[singlepic id=3 w=250 h= float=left]Secara kuantitas, amal usaha Muhammadiyah (AUM) tak perlu diragukan lagi. Bahkan Muhammadiyah dapat dikatakan sebagai organisasi Islam terbesar di dunia dalam kepemilikan lembaga pendidikan dan kesehatan. Namun, seringkali kita lalai dengan misi awal KH Ahmad Dahlan bersama Muhammadiyahnya dahulu. Beliau mendirikan sekolah, PKO, adalah untuk mensejahterakan masyarakat secara luas sebagai sarana dakwah bil hal. Sekarang, justru AUM seolah menjauhkan diri dari rakyat kecil, dengan biayanya yang tergolong mahal.
Ada dua tantangan bagi pengelolaan AUM ke depan. Pertama, bagaimana agar dalam era serba mahal ini AUM mampu menjaga kualitasnya tetapi tetap dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Kedua, bagaimana mengembalikan semangat amal dan usaha, yaitu keikhlasan beramal dan profesionalitas berusaha. “Itulah PR bagi kader muda Muhammadiyah, apalagi mahasiswa Muhammadiyah yang tergabung dalam IMM, apalagi IMM UGM, salah satu kampus nomor 1 di Indonesia.”, demikian pesan dari Fahmi Prihantoro, S.S, M.Hum., dosen FIB UGM, dalam acara Open House IMM UGM.
Acara tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, 5 September 2009 bertempat di Aula PP Muhammadiyah jalan Cik Ditiro Yogyakarta. Acara yang termasuk dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Bersama IMM UGM (RBI) 1430 H tersebut dimaksudkan untuk menyambut mahasiswa baru UGM dengan memperkenalkan IMM UGM, sebagai salah satu organisasi mahasiswa ekstra kampus di UGM.
“Kalau ada IMM, mengapa masih mencari rumah lain?”, demikian disampaikan Ketua Umum PK IMM UGM, Zulfi Ifani, sebagai penutup dari presentasinya. Acara kemudian diakhiri dengan buka bersama. (HQ)

LAPORAN DONASI GEMPA GARUT DAN TASIK:
IMM UGM Mendapatkan 150ribu (pembulatan)
dan disalurkan lewat rekan2 L-KMPI (Pemuda PERSIS di Yogya)