Archive for » September, 2009 «

Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Gadjah Mada (IMM UGM) yang dilaksanakan pada tanggal 11-12 September 2009 lalu, diikuti oleh pimpinan hingga simpatisan IMM UGM. Bertempat di Gedung Muhammadiyah DIY jalan Gedong Kuning Yogyakarta, dengan menghadirkan pembicara dr. Agus Taufiqurrahman. Dokter, dosen, sekaligus Sekretaris PWM DIY tersebut mengingatkan pada para peserta untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dasar kader. more…

Category: Berita  Tags: ,  7 Comments

*Oleh M. Zulfi Ifani

Saya sangat tertarik ketika membaca laporan utama Hidayatullah edisi Juni 2009 lalu. Di sana dijelaskan secara gamblang mengenai fenomena gerakan mahasiswa kiri di Indonesia, khususnya lewat studi kasus LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi).

Praktis, saya tertegun melihat betapa makin kentalnya pengaruh pemikiran kiri di pusaran gerakan mahasiswa Indonesia kini. Mungkin kita bisa memaklumi bila ini terjadi di tubuh gerakan yang memang berlabel gerakan kiri. Akan tetapi, tentu akan begitu menyedihkan bila kita tahu fenomena serupa juga merembet ke tubuh beberapa gerakan mahasiswa Islam. more…

[singlepic id=27 w=250 h= float=left]“Saya tidak dilahirkan dari keluarga Muhammadiyah, saya mengenal Muhammadiyah baru saat mahasiswa, setelah bergabung dengan IMM. Bagi saya IMM adalah sebuah pilihan rasional.”, ungkap Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. dalam Buka Bersama Keluarga Besar Muhammadiyah UGM pada hari Senin 7 September 2009 lalu. Acara yang diselenggarakan oleh PK IMM UGM tersebut mengundang mahasiswa, karyawan, hingga dosen aktivis dan simpatisan Muhammadiyah sekaligus ortom-ortomya di lingkungan UGM.

more…

[singlepic id=3 w=250 h= float=left]Secara kuantitas, amal usaha Muhammadiyah (AUM) tak perlu diragukan lagi. Bahkan Muhammadiyah dapat dikatakan sebagai organisasi Islam terbesar di dunia dalam kepemilikan lembaga pendidikan dan kesehatan. Namun, seringkali kita lalai dengan misi awal KH Ahmad Dahlan bersama Muhammadiyahnya dahulu. Beliau mendirikan sekolah, PKO, adalah untuk mensejahterakan masyarakat secara luas sebagai sarana dakwah bil hal. Sekarang, justru AUM seolah menjauhkan diri dari rakyat kecil, dengan biayanya yang tergolong mahal.

more…