Archive for » February, 2010 «


oleh M. Zulfi Ifani*

Ada cerita yang cukup populer di kalangan warga Muhammadiyah mengenai KH Ahmad Dahlan (KHAD) dan para muridnya. Diceritakan bahwa KH. Ahmad Dahlan selalu saja mengulang-ulang pelajaran surat al-Ma’un dalam jangka waktu yang lama. Bahkan hingga tidak pernah beranjak kepada ayat berikutnya, meskipun murid-muridnya sudah mulai bosan.

Karena jenuh, salah seorang muridnya, KH. Syuja’ -yang masih muda waktu itu-, bertanya mengapa KHAD tidak beranjak ke pelajaran berikutnya. KHAD pun balik bertanya, “Apakah kamu benar-benar memahami surat ini?”. KH. Syuja’ menjawab bahwa ia dan kawan-kawannya sudah memahami benar-benar arti surat tersebut dan bahkan telah menghafalnya di luar kepala.

Kemudian KHAD bertanya kembali, “Apakah kamu sudah mengamalkannya?”. Dijawab oleh KH. Syuja’, “Bukankah kami membaca surat ini berulang kali sewaktu salat?”

Lanjut…

pen

Ayo Tunjukkan Idemu !”

Bidang Keilmuan IMM UGM membuat terobosan tahun ini dengan mengajak seluruh Immawan dan Immawati menuangkan idenya dalam bentuk tulisan. Karya ini akan dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku. Tertarik? Segera kirim tulisanmu ke : imm.ugm.jogja@gmail.com ; paling lambat 1 MARET 2010.

KETENTUAN PENULISAN

Tema:

Radikalisme Agama menafsirkan pemahaman Keagamaan Kontemporer “.

Naskah :

  1. Spasi : 1,5.

  2. Margin : 43.

  3. Tidak ada plagiat.

  4. Gaya penulisan ilmiah populer.

  5. Endnotes.

  6. Font Bookman old style ukuran 11.

  7. Isi naskah terdiri 6000 atau min 10 halaman.

CATATAN

Karena keterbatasan jumlah karya yang bisa dipublikasikan, buku ini hanya memuat 10 tulisan dengan komposisi 5 Immawan dan 5 Immawati.. Jadi, segera kirim tulisanmu!!

CP : Ozy 085649304339

BEM KM UGMOleh: Muhammad Ghufron Mustaqim*)

Konteks dan Identifikasi Masalah

BEM KM UGM adalah organisasi mahasiswa yang secara struktural memiliki jangkauan kekuasaan terluas di kalangan mahasiswa UGM. Institusi ini merupakan organisasi di mana mahasiswa-mahasiswa UGM tidak sebatas belajar berorganisasi, namun sekaligus belajar membumikan keintelektualitasan mereka ke dalam aksi-aksi nyata, baik itu dengan mencermati kebijakan pemerintah-rektorat, maupun melakukan aksi-aksi sosial kemanusiaan.

Namun yang menarik untuk diperhatikan saat ini, adalah bagaimana mahasiswa UGM melihat BEM KM UGM itu sendiri dan juga apakah BEM KM ini mampu merefleksikan keanekaragaman mahasiswa-mahasiswa UGM.

Tulisan ini secara terbuka beropini tentang masalah-masalah BEM KM UGM, mulai dari kepemimpinan, kehomogenan anggota, hingga deligitamasi organisasi oleh publik mahasiswa UGM. Lanjut…

Category: Opini  Tags: , ,  7 Comments