oleh M. Zulfi Ifani*
“Mereka memerangi orang Islam dan membiarkan para penyembah berhala”
(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasai, dan Ahmad)
Data Buku
Penulis: Syaikh Idahram
Penerbit: Pustaka Pesantren (Grup LKIS)
Tahun Terbit: 2011
Harga Netto: 50.000
Ketika akan memulai menulis review buku ini saya sedikit ragu. Ada sedikit ragu untuk bersiap menghadapi serangan atau bahkan hujatan dari kelompok Salafi yang kebakaran jenggot melihat kelompok mereka dikritik sedemikian rupa. Saya kira sudah jadi identitas bagi kelompok Salafi untuk ringan lisan mengkafirkan, membid’ahkan dan menyesatkan orang/kelompok yang tidak sejalan dengan pemikiran mereka.
Buku ini saya temui di pameran buku di Jogja Expo Center beberapa hari lalu. Ditulis oleh seorang penulis Syaikh Idahram (yang saya sayangkan, biografi singkat penulis tidak dijelaskan sedikitpun di buku ini. Sepertinya ini nama pena). Selain penulis tersebut, buku ini juga di-endorser oleh beberapa tokoh kompeten yaitu: KH. Arifin Ilham (Pimpinan Majelis Dzikir Adz Zikra), KH. DR. Ma’ruf Amien (Ketua MUI) dan Prof. Said Agil Siraj (Ketua Umum PBNU).
KH. Ma’ruf Amien misalnya menyatakan bahwa “Buku ini layak dibaca oleh siapa pun. Saya berharap setelah membaca buku ini, seorang muslim meningkat kesadarannya, bertambah kasih-sayangnya, rukun dengan saudaranya, santun dengan sesama umat, lapang dada dalam menerima perbedaan dan adil dalam menyikapi permasalahan.”
Ringkasan, Sangat Ringkas
Adapun buku ini terbagi ke dalam 6 bab pembahasan. Bab pertama, bercerita tentang seluk beluk Salafi. Saya mencatat bahwa berdirinya kelompok (atau sekte menurut penulis buku) tidak lepas pula dari kepentingan ekonomi-politik duet Muhammad bin Saud dan Muhammad bin Abdul Wahab untuk melepaskan diri dari Kekhalifahan Turki Utsmani dan mendirikan negara/pemerintahan baru. Terbukti hari ini, dinasti Raja Saudi didukung pewaris madzhab Salafi Wahabi bergandengan tangan duduk satu meja dengan pihak barat dalam banyak hal.
Bab kedua, bercerita tentang sejarah kejahatan Salafi. Susah untuk dipercaya, dan mungkin memang harus dikonfirmasi terlebih lebih lanjut. Tapi, data dan fakta yang disampaikan penulis cukuplah kuat untuk membuktikan tuduhan kejahatan ini. Beberapa peristiwa terkini, seperti pembantaian jamaah haji dari Yaman (tahun 1921) sejumlah hampir 1000 orang. Juga jamaah haji dari Iran (tahun 1986), sedikitnya 329 orang tewas dan ribuan lainnya terluka. Anda tahu kenapa jamaah Iran dibantai? Jawabannya karena mereka berdemo melaknat negeri-negeri barat. Bagaimana pendapat anda? Kalau anda tidak merasa aneh dan miris, justru saya akan mempertanyakan ke-Islaman anda…
Bab ketiga, bercerita tentang hadits-hadits Rasul tentang Salafi. Ada beberapa hadits yang diangkat, akan tetapi Hadits Bukhari, Muslim, dan Hakim sepertinya cukup mewakili: “Akan terjadi di tengah umatku perbedaan dan perpecahan. Akan muncul suatu kaum yang membuatmu kagum, dan mereka juga kagum terhadap diri mereka sendiri. Namun orang-orang yang membunuh mereka lebih utama di sisi Allah daripada mereka. Mereka baik perkataannya, namun buruk perbuatannya. Mereka mengajak kepada kitab Allah, tetapi tidak mewakili Allah sama sekali. Jika kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah.”
Saya kira kalau kelompok umat Islam lain konsisten bertindak secara tekstual (seperti yang dipraktekkan Salafi), bisa jadi kelompok Salafi sudah dibunuh sejak dulu –tidak akan ada yang rugi saya kira. Akan tetapi, saya kira sebagian umat Islam lebih cerdas dan arif dalam melihat perbedaan sehingga tidak gegabah dan bodoh dalam bertindak.
Bab keempat, bercerita tentang fatwa-fatwa yang menyimpang dari Salafi Wahabi. Seperti biasa yang kita tahu, bahwa fatwa-fatwa mereka seringkali otoriter dan bila tidak dilaksanakan lalu kuasa bahasa bermain (sesat, kafir, bid’ah, boikot sampai halal darahnya). Saya heran hari seperti ini sempat-sempatnya memfatwakan haramnya belajar bahasa selain bahasa arab, gila bukan? Menurut Salafi belajar bahasa selain arab adalah bentuk tasyabbuh kuffar (menyerupai orang-orang kafir). Entah dimana akal sehat ditaruh pada fatwa ini. Padahal bahasa adalah ilmu alat yang amat penting, tanpa bahasa ilmu tidak akan pernah menyebar luas, dakwah pun hanya akan terjepit di lokal tertentu.
Selain fatwa aneh haram belajar bahasa lain, ada juga fatwa-fatwa janggal lain seperti: haram membawa jenazah dengan mobil, ucapan hari raya adalah bid’ah dan sesat, dsb.
Bab kelima, bercerita tentang kerancuan konsep dan manhaj Salafi. Inti dari bab ini kurang lebih senada dengan buku Prof. Said Ramadhan Al Buthi Assalafiyyah Marhalatun Zamaniyyatun mubârakatun lâ Madzhabun Islâmiyyun yang menyatakan bahwa Salafi pada dasarnya hanyalah sebuah fase sejarah bukan madzhab. Ada dua argumen yang harusnya dijadikan catatan: Pertama, bahwa kaum Salaf pun ketika itu tidak selalu seragam dalam menghadapi permasalahan. Adalah suatu kejanggalan ketika sekarang harus diseragamkan, atau jangan-jangan keseragaman ini bukan muncul dari kaum Salaf tapi justru dari pemaksaan ajaran Muhammad ibnu Abdul Wahab??
Kedua, kelompok Salafi begitu gencar mengkampanyekan anti taqlid dan madzhabiyah (Syafii, Hanbali, Hanafi dan Malik). Sayangnya, mereka tidak konsisten! Justru mereka sendiri sangat taqlid terhadap ulama mereka seperti Syekh bin Baz, Syekh bin Utsaimin, Syekh bin Fauzan, dll. Lucu bukan?? Lucu sekali…
Epilog
Hari ini perbedaan yang sifatnya furuiyah seharusnya tidak dihadapi dengan semangat bid’ah-membid’ahkan atau bahkan kafir-mengkafirkan. Itu terlalu jauh dan kasar terhadap sesama umat Islam. Kalau konsisten dengan Salaf, seharusnya akhlak Rasul mereka junjung tinggi, bukan justru akhlak Khawarij yang gemar menuduh kafir, bid’ah dan sesat.
Pada akhirnya, hari ini sudah jelas siapa musuh Islam. Sudah jelas siapa yang harus kita lawan bersama-sama. Jangan sampai kelompok anti Islam, dari Zionis maupun barat terus menertawai umat Islam yang lebih senang ribut di internal alih-alih mensolidkan diri.
*Ketua Umum IMM UGM 2009-2010

tidak sepenuhnya yg anda tuduhkan kpd salafi itu benar kang… coba pelajari lebih dalam
saya yakin, kajian dari buku tersebut sudah didasarkan dari referensi dan investigasi, dan sebagai penulis pasti mempunyai dasar yang kuat untuk mengkaji mengenai apa yang ditulisnya.
untuk vanhelshing: saya rasa anda pun harus mempelajari lebih mendalam, sangat tidak etis menyampaikan kalimat tersebut dalam ranah ilmiah..
Benar, jika ingin lebih jelas, sebaiknya dibaca dan dilihat dulu buku tersebut. saya telah membeli dan membacanya. referensinya sangat kuat dan ilmiah..
sebelum anda buat kesimpulan sebaiknya anda baca buku tandingan yaitu judul buku meluruskan sejarah wahabi mas
dan masih banyak lagi buku pembelaan kpd wahabi jangan satu buku thok. anda ernah baca handbook aqidah berapa buku? kelihatannya anda tdak punya buku aqidah.materi aqidah itu bagian utama ajaran islam mas.
Resensi buku di atas mengingatkan saya kepada buku yang saya tulis pada link ini https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=explorer&chrome=true&srcid=0B8Sn4HD8iyqENDdmOGNiZWEtNjYzMi00NWVlLWI2NzktOGRjYTQ3Nzc1ZWM4&hl=in
Bismillah. Komentar saya ini menjelaskan tersebarnya buku yang ternyata sangat tidak ilmiah. Diantaranya tuduhan2 dusta dan fitnah atas nama ulama dan dalil. Berikut penyelewengan hadits. Salah satu contohnya dikisahkan bahwa Dzul Kuwaisirah adalah pendiri Salafi. Sedangkan yang benar adalah Dzul Kuwaisirah adalah tokoh dibalik munculnya faham Khawarij. Kemudian tuduhan fitnah yang dilancarkan kepada salaf, yaitu faham takfiri, pengkafiran, dan pembunuhan. Yang sebenarnya itu adalah faham khawarij. Semoga penjelasan singkat ini dapat membantu kaum muslim untuk memahami manhaj yang diajarkan Rasulullah ini. Manhaj yang berdasar aqidah yang haq. Pentauhidan kepada Allah. Bersih dari bid’ah dan syirik. Barokallohu fiikum.
Umat Islam terpecah menjadi 73 golongan. Semua golongan di neraka, kecuali satu . Saksikan dan pikirlah. Perbedaan dan perselisihan yang demikian banyak sudah ditakdirkan dan telah terjadi. Yang selamat cuma golongan yang asing/aneh . Ketika ada sekelompok orang yang mengembalikan Islam ke bentuknya yang murni, dan anda menilainya aneh, maka waspada dan takutlah, sangat mungkin anda termasuk salah satu dari 72 golongan sesat dan neraka ancaman bagi anda!
Anda seharusnya belajar lebih jauh tentang organisasi yang Anda geluti sekarang ini (Muhammadiyah). Gerakan pemurnian tauhid dan Bid’ah oleh pendiri Muhammadiyah (KH. Ahmad Dahlan rahimahullah) yang dulu populer dikenal dengan TBC (Tahayyul, Bidah, Churafat) di Indonesia adalah sama seperti yang dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di Saudi.
Telah Terbit Buku Bantahan Ilmiah Terhadab Buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”
http://nasihatonline.wordpress.com/2011/07/15/telah-terbit-buku-bantahan-ilmiah-terhadab-buku-sejarah-berdarah-sekte-salafi-wahabi/
@Ibnu Lahm : tu, bener kan, Anda (dan kawan2 Anda) memang enteng banget menganggap sesat yang selain Anda. Berarti tepat dan jitu sekali isi buku dan review buku ini
@Abu Fauzan : eittsss… JANGAN DISAMAKAN …
Muhammadiyah TIDAK PERNAH berdakwah dengan kekerasan. Muhammadiyah TIDAK PERNAH dengan entengnya mengkafirkan, membid’ahkan dan menyesatkan orang/kelompok yang tidak sejalan. Muhammadiyah santun dengan sesama umat, lapang dada dalam menerima perbedaan dan adil dalam menyikapi permasalahan.
Tolong itu di camkan!
Na’am. Jika kita melihat sejarah berdirinya Muhammadiyah, Telah nampak secara nyata bahwa pendiri Muhammadiyah dahulu benar2 berupaya membersihkan Islam dari Tahayyul, bid’ah dan khurofat. Sebagaimana yang diajarkan para pendahulu kita yang sholeh (salaf). Tapi mengapa warga muhammadiyah sekarang justru merasa aneh dengan hal demikian/
IMM Seharusnya menolak buku ini, sudah jelas di dalamnya terdapat kabut gelap dan beracun.
1. Buku ini dikarang oleh orang yang tidak dikenal
2. Buku ini menjunjung tinggi syiah dan iran
3. Buku ini sangat membenci arab saudi
Saya yakin, Syiah paling bergembira dengan terbitnya buku ini.
Utk Sdr Teguh Putranto; anda sok memahami Ilmu Fiqih, seolah anda ini jagonya, tapi antum sudah baca buku itu belum? Saya yakin antum belum baca tapi arogan yang ada didepan antum. Istighfar dong yang banyak dan serius.
Utk Abu Fauzan & Abu Ali (ini saya raba dari kegemaran menggunakan nama ‘Ngetop’ sekte Wahabi yakni dengan sok ‘Abu-Abu-an’ dan umumnya ini dipakai oleh orang yang sesungguhnya bernama asli yang tidak berbau agamis sama sekali tapi ingin tampil agamis) : Abu Fauzan ibarat merasa ada yang nampar maka berusaha membalas tapi secara membuta, bukan mencari siapa yang tadi menampar dirinya. Sedangkan Abu Ali mencoba dengan cara proposional, sayang bukunya hanya dijual dikalangan Salafi Wahabi sendiri.
Utk Rizal, antum hanya mengcopy paste bantahan dari salah satu blog sekte Wahabi.
Cobalah sesekali melaksanakan perintah Allah SWT, seperti : Afalaa yatafakkaruun, Afalaa ya’qiluun, Afalaa ya’lamuun, dan afala2 lainnya. Artinya : paling tidak dibuku ini diinformasikan bahwa Mhmd b. Abd.Wahab itu menghalalkan segala cara demi memenuhi ambisi sekte yang akan didirikannya, dan mengikutnya hingga kini mengkampanyekan ‘anti taqlid dan mazhabiyah’ tapi justru mengklaim bahwa ALBANI LEBIH DIPERCAYA DI BANDING PARA AHLUL HADITS/MUHADDITSUN YANG 7, Begitu pula Salih Fauzan lebih patut diteladani dibanding Imam Ghazali, belum lagi Fatwa2 nyeleneh dan seabrek-abrek yang kalau dibaca oleh seorang Muallaf pun akan tertawa terpingkal-pingkal bahkan bisa jadi terkencing-kencing (ma’af bukan maksud porno).
Advis saya, kalau mau nimbrung di situs ini; kan sudah diawali dengan cara ilmiyah dan santun, … yuk kita pelihara predikat muslim kita apalagi kalau diri kita mengklaim sebagai cendekia… itu sih kalau mau menghargai diri sendiri… gitu…
Bang, coba bikin resensi serial dari trilogi Kang Idahram selanjutnya, (Mereka Memalsukan Kitab-kitab karya Ulama klasik, dan Ulama sejagad memprotes Salafi Wahabi
sy org yg mgkn skedar tau agma sdikit&sedang memperdalamnya…
Tp sy sungguh kecewa dgn pndpat ketua muhammadiah UGM,shrusy anda lbih bijak dlm menilai,anda jg hrs meneliti tntg salafi sblm anda menghujaty,bkn sy membela salafi,tp stlah bbrp yg sy dengar dr smua kajian mulai dr Nu,muhammadiah,Sufi,Tablik dll tryta tdk ada yg lbih baik dr kajian Salaf…dan menurut sy ada baiky sesekali anda bergaul dgn org2y,jgn hny sekedar kata org lain…stlah kt mengenal mrk,mrk g sprti yg org2katakan..skrg apakah slah bila kt memberikan pndapat tntg org yg bermaksiat,skrg ini yg trjdi,kt menganggap org menggunakan bju ketat clana pndek sexy biasa sja,brtmu prempuan tnpa kprluan biasa sja,tp ktika org memakai cadar kt hina&asingkan…blm tntu mas org islam yg anda bilg islam bnr2membela agamanya,praktes syirik dmn2,kdukun,sesajen,upacara2 adat dan sgalany..ktika ada seseorng yg menganggap itu slah anda bilg org trsbut ksar,tp anda nyaman dgn keadaan kt sprti ini…kyky anda jg mencampur adukan paham khawarij dgn salaf,pdhl kh.ahmad dahlan jg dlu yg brkata lantang menentang ksyirikan,tp seakan muhammadiah skrg hny sebuah perkumpulan org yg mncri kedudukan&nafkah dsna bkn membesarkan agamanya…sungguh sngat ironis yg sy lihat…yg sy lihat anda hny melihat bku ini sja,tp mgkn tdk prnh melihat bku&mjalah yg dterbitkan org2salaf,memang ktika slaf membahas sesuatu akn dlm seX bhkan mslah prnikahan,haid,shlt,bkn hnya aliran2sesat sja..sbaiky sblm menghujat pelajari org/yg akn kt hujat,apakah sdah btul yg kt tuduhkan shingga tdk menimbulkan fitnah.
Benarlah yg diprediksikan org2 muhammadiyyah trdhlu bhwa bbrpa thun lg muhammadiyyah bkanlah organisasi keagamaan yg mnjunjung tinggi Tauhid, dan mninggalkan TBC.
Bhkan org2 muhammadiyyah yg skrg mnntang pemurnian Tauhid yg gencar dlkukan olh para salafiyyin.
Prlu dkthui bhwa KH.Ahmad Dahlan rahimahullah dhlu mmpelajari kitab2 krya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikh Muhammad ibn Abdil Wahhab, dan para ulma salaf yg tegak d ats sunnah dan memurnikan Tauhid semurni2nya -rahimahumullah-.
Jjur saya kcwa dgn bliau2 yg merekomendasikan bku yg sesat lg mnyesatkan krya Marhadi(nma penulis yg sbnarnya adlh kblikan yg trtulis “idahram”).
Pnulis bku ini braqidah syi’ah yg hobi brtaqiyyah (menipu ummat).
Bhkan syi’ah mgkafirkan hmpr slruh shahabat trmsuk yg sgt dcintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anh.
Cba anda bca bntahan2 bku ni yg sgt ilmiyyah bgi org2 yg brpkir.
Sblum itu,sbaiknya anda bca jg kitab Tauhid karya Syaikh Ibn Abdil Wahhab rahimahullah u/mgetahui aqidah bliau yg sbnarnya.
Smga ALLAH TA’ALA mmbimbing qta k jalan yg lurus.
Aamiin…
Mas Didit, kalo ngaku tau sedikit dan sedang memperdalam agama; sebaiknya tuntaskan dulu belajarnya, dan jangan ikutan komentar, ahirnya nggak nyambung dengan judul materinya (ga percaya? sok tanya Mmak mu? bener ga?)
Mas Holik, komen disini tentang buku yang coba dibahas apa sih isinya. Tapi kok komen nya seperti ngeluarin unek-unek karena nggak seneng dengan Muhammadiyah?
Coba kalo makan telor itu dengan merah-merahnya, biar pinter dikit lah ya? Coba baca Ad-Durar as-Saniyyah fi al-Ajwibah an-Najdiyah X/51 atau buku Muallafat asy-Syaikh Muhammadi inbu Abd al-Wahhab hal 186-187 bahwa Mhmd.Ibn.Abd.Wahab terang-terangan MENGKAFIRKAN seluruh Ummat Islam yang tidak sejalan dengan alam pikirannya termasuk para sahabat, tabi’in, tabi’it-tabi’in.
Para Imam Mazhab dinyatakan sesat dan pelaku bid’ah, begitu juga para Imam Hadis tidak ada yang dapat dipercaya kecuali yang sanadnya melalui Albani. Siapa sih Albani? kan ilmunya beda-beda dikin dengan antum?
intinya gampang, manakah yang lebih ke SUNNAH RASULULLAH… mana yang hanya sekedar membela kelompoknya,
mana yg lbh utama, ajaran ISLAM yg telah dicontohkan oleh Rasulullah ato yg dilakukan oleh yang lain?
kembalilah pada Qur’an dan Sunnah
Pernah saya membaca literatur. Ada kutipan ” Jangan samakan antara Wahaby dan Salafy”.
Menurut saya, mari di dalami dulu sebelum memfonis. Takutnya ini menjadi bumerang.
Salafi yang pinter akan nulis buku bantahan untuk membuat keragu2an tentang sejarah sektenya. Tapi kalo salafi yang bodoh, mereka akan mencaci maki penulis yang menulis ttg sekte salafi. Akhirnya orang lain jadi tahu kalo karakter salafi sukanya menghujat orang yang tidak sefaham dengan salafi. Kasihan yang nulis buku bantahan, sudah capek mengeluarkan energi dan fikiran , orang2 tetap tidak akan percaya dengan buku bantahan yang dibuat karena tertutup komentar dan emosi dari salafi yang bodoh.
Anda tidak akan pernah menemukan sekelompok orang sebagaimana salafi, yang tekun menuntut ilmu agama, duduk serius mendengarkan kajian, dengan adab yang santun terhadap ustadz. Yang tekun mendengarkan apa kata Allah dan apa kata Rasul. Tidak pernah meremehkan syariat tentang tauhid, jenggot, pakaian di atas mata kaki, cara wudlu, shalat, hukum dagang, sampai pun syariat nifas dan haid. Yang memuliakan penguasa dan ulama. Yang cemburu dan marah terhadap syirik, bidah dan tahyul karena cintanya pada Islam. Yang ringan langkah kakinya menyelamatkan darah kaum muslimin di Ambon. Yang selalu berdzikir pagi dan petang. Yang meremehkan dunia dan menanti akhir yang bahagia di hari kemudian. Subhanallah. Semoga Allah merahmati mereka dan membangkitkan lebih banyak lagi manusia-manusia seperti mereka.
Emh… Abah heran?? kok banyak yang komen ga nyambung, dibilang suruh beli dulu bukunya, terus dibaca dengan baik, tapi yang ada tersinggung/emosi dan ingin membela mati2an Yang disebut SALAFI itu siapa sih? Kan Salafi/Wahabi mengkafirkan para sahabat yang empat apalagi Ali ra, begitu juga pada Imam Mazhab diklaim nggak ada yang benar, dan para Ahlul Hadits juga di klaim nggak ada yang dapat di percaya? tapi ajarannya yang nyeleneh diantaranya : Kalau Baca basmalah dalam shalat katanya dosa/masuk neraka, Baca niat (Ushalli…) juga Neraka, Shalat 5 wkt tidak berjamaah; Neraka, Shalat Sunnah ba’diyah Jum’at kok bakal masuk Neraka?, Bikin acara peringatan Maulid Nabi; Neraka, tapi mereka bikin peringatan (Manakib Mhmd Ibn.A.Wahab) dengan menyanjung bahwa MIA Wahab manusia super dibidang agama setara dengan Rasulullah, padahal dia pernah diperjara krn ajarannya dianggap sesat oleh Pemerintaah wkt itu. Masa: Allah ujudnya sama seperti manusia (Nabi Adam) Jangan gak percaya! itu akidah Salafi Wahabi? silahkan tanya sama Ustad Senior, buku-bukunya juga banyak tersebar dengan berbagai judul kok.
Kalo ga mau beli bukunya, coba baca artikel diatas (Resensi buku ini) pada Bab Empat dan Bab Lima, baca baik-baik, pahami sampai benar-benar ngerti susunan redaksinya, coba cari tahu dengan cara TA’LIM MUTA’ALLIM artinya kalo nyari Ilmu ya harus dengan ilmu, jangan telan bulat-bulat karena yang ngomong cukup meyakinkan fisik/penampilannya seperti Berjenggot, selalu pake gamis pitih-putih, jidatnya item karena sering sujud di jedot-jedotin ke ubin tanpa sajadah (Kata fatwa Bin Bazz: haram memotong jenggot, jadi walaupun punya jenggot cuma sebelas lembar juga sampai ngelawir-lawir kadang masuk ke-ketek, kadang masuk ke-selangkangan juga ga boleh dipotong) he he he
Abah Yahya, berhati-hatilah. Jangan mengolok-ngolok. Al-Quran mengisahkan bagaimana Allah menghukumi kafir atas sekelompok orang yang mengolok-ngolok agama Allah. Ketahuilah, semoga Allah merahmatimu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menyuruh kita untuk membiarkan jenggot. Beliau dan para sahabat memiliki jenggot yang lebat. Mohon berhati-hatilah. Tidak sepantasnya agama dijadikan bahan ejekan.
Bang Lahm, ini ciri khas Wahabi. Yakni memahami ayat dan hadis semaunya. Coba pikir kalau semua orang “membiarkan” jenggotnya, kan pasti manjangin terus selagi yang punya masih hidup? gak mustahil nyelimpet ke ketek, atau nyelip ke selangkangan. Tapi antum pernah ke Arab Saudi belum? saya berkali2 kesana (Haji 4 x, Umrah 11 x) saya ga nemuin orang arab yang gak pernah memangkas jenggotnya, tapi rata2 rapi dan cenderung pendek, sehingga enak diliat. tapi wahabi Indonesia, jengot yang numbuhnya jarang (ma’af kadang cuma sebelas lembar) tapi dilarang dicukur/dipangkas/dipotong, kan kasihan mestinya kalau orang itu wajahnya bakal ganteng kalau dicukur klimis, tapi karena diwajibkan memelihara jenggot, jadi kaya Penjaga Toapekong di Kuil Saolin? Urusan jenggot ga ada kaitan dengan Al Qur’an, kecuali hitamnya jidat yang disalah artikan oleh kelompok yang mengklaim dirinya mengikuti “Salafus-shalih” bahwa MIN ATSARIS-SUJUD itu bukan BEKAS DALAM BENTUK FISIK, sama seperti pengertian Kyai2 antum yang mengatakan bahwa; Allah benar-benar turun kebumi pada setiap 1/3 malam terakhir. Padahal kalau diartikan seperti itu… kapan Allah kembali dan duduk/istiwa di Arsy? karena bumi ternyata bulat dan berputar, sehingga waktu 1/3malam akan terjadi sambung-menyambung sepanjang bumi masih berputar. Makanya Wahabi saya anjurkan kalo makan telor; sama merah-2 nya, biar pinter. Kalo anda masih gampang ‘ewot’ berarti memang anda sangat cocok jadi anggota Wahabi, dah jangan keluar mas, di Wahabi aja, ga pusing nyari kerjaan, juga dapat dropingan dari Pemerintah Arab Saudi. Jangan ewot ya? Tapi kalo maki2 umat islam yang tidak sepaham itu harus banyak latihan dulu mas! Biar ga malu-maluin Pa’lik Binbazz
Sekali lagi hati-hati, Abah Yahya. Aku cuma memperingatkan. Agama adalah urusan yang sangat serius. Takutlah pada Allah yang menurunkan syariat. Nyawamu ada digenggamanNya. Dia telah menciptakan kamu dari air yang hina, lalu Dia baguskan rupamu, Dia sehatkan dan kuatkan badanmu. Namun kamu telah berlaku sombong dengan akal dan logikamu terhadap ayat-ayatNya dan mengolok-olok perkataan RasulNya yang mulia. Ketahuilah, tidak pernah keluar ucapan dari mulut seorang salafi mengenai syariat jenggot sebagaimana ucapan kotor yang kau muntahkan dari mulut najismu itu. Semoga Allah membela kami dari kedengkian dan makar para munafik.
Abah Yahya hanyalah korban dari kebodohan dan penyesatan oleh setan dan manusia. Apa hasil yang diharapkan dari perdebatan dengan orang bodoh yang keras kepala? Tidak ada, kecuali kegeraman yang tidak bermanfaat. Orang ini bermaksud melawanmu, padahal ayat dan hadits yang menjadi dalilmu. Yang terjadi adalah ia melawan ayat dan hadits tanpa disadarinya. Cukup, kasihanilah orang ini. Aku khawatir ia telah menjadi munafik yang menghalangi dakwah. Semoga cuma kekhawatiranku saja dan tidak benar terjadi. Dia mengaku Islam kok, dan dengan bangganya mengumumkan bahwa ia telah berhaji dan berumroh belasan kali. Semoga dia dimaafkan karena kebodohannya, dan semoga diterima (dan tidak dianggap riya) amal haji dan umrohnya. Demikianlah, telah jelas petunjuk. Dan beruntunglah orang yang mau mengikutinya.
Aneh saya dengan penulis ini..dengan gampangnya memperolok orang lain, padahal mungkin kita belum tahu siapa yang kita perolok..lebih baik kah atau lebih buruk kah?..lisan yang mas keluarkan mencerminkan siapa mas sebenarnya kan?..jadi sebagai pembaca saya juga ragu atas review yang mas lakukan..apabila semuanya dilakukan dengan santun, berilmu, logis dan faktual mungkin bisa memperlihatkan penulis dengan akhlak yang baik…Coba ingat-ingat pesan Allah dan Rasul-Nya utk tidak memperolok sesama muslim..aneh saya,,,
Bismillah.antum coba baca buku yang berjudul: Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan (Jawaban Ilmiah Terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi) karya Syaikh Idahram.
http://bantahansalafytobat.wordpress.com
Ini… Kang Lahm, emosi antum sudah menutup segalanya, saya khawatir kalau firman Allah Summun bukmun ‘um yun fahum laa yarji’uun atau laa ya’qiluun itu telah nempel di diri antum. Coba kendalikan emosi, ini kan lagi bicara ilmiah yaa istilah kita mah kalo antum setuu “LAGI TA’LIM” ini sejalan dengan perintah Allah : Afala ya’lamuun, afalaa ya’qiluun, afalaa yatafakkaruun afalaa yatadabbaruun, dan seabrek-abrek afalaa lainnya yang Allah firmankan dalam Al Qur’an. Saya masa’ bodo kalau antum mau taklid buta dengan faham yang antum bela dengan emosi yang meledak-ledak tanpa mau koreksi. Sekali lagi saya tanya : Sudahkah antum beli dan baca buku yang dijadikan obyek resensi diatas? saya yakin antum cuma modal sewot tanpa ilmu. Boro-boro Ta’lim Muta’allim. Rekan-rekan sesama muslim yang baca komen disini pasti ma’lum, siapa yang dungu karena tidak pernah mau memanfaatkan akal yang dikaruniakan Allah. Nafsu itu ada yang lawwamah dan ada yang mutma’innah nah antum cuma ngumbar emosi tidak mencoba menghadirkan nafsu mutma’innah, gimana hidayah Allah akan turun?, coba tarik nafas panjang, duduk yang baik, mulai latihan tafakkur, usahakan hati dan pikiran kita bekerja dengan jujur (kata cucu saya sih: coolling-down, tapi kata anaknya keponakan saya sih namanya : atur dengan kepala dingin dengan belajar obyektif terutama mengoreksi diri sendiri), Islam = Rahmatan lil ‘aalamiin, diharapkan Ummatnya santun dan tidak bledak-bleduk Buka mata antum dengan meneliti apakah Ummat Islam khususnya yang di Timur Tengah, apakah dari Saudi, Irak, Iran, Mesir, dan penduduk negara Islam lainnya, bagaimana mereka memelihara jenggotnya?, menurut pengamatan saya mereka pasti memelihara alat cukur atau minimal gunting rambut, dengan kata lain mereka semua pernah atau bahkan sering memotong/menggunting, bahkan mencukur jenggotnya, terus tanya sama ustadz antum: Rasulullah SAW dan para sahabatnya itu jidatnya ada penebalan kulit yang menghitam ngga, kan mereka pasti ahli sujud?
@Abah Yahya. Kemarahan Ibnu Lahm wajar saja, ia tidak bisa menerima, seorang ulama yang mulia dicela habis dengan banyak kedustaan penulis tak beradab itu. Tidak akan saya membeli buku najis itu. Kalo pun ada yang memberi saya buku itu secara gratis, maka akan segera saya cemplungkan buku tsb ke septik tank untuk bergabung dengan barang najis yang sejenisnya. Tampaknya kepala Abah mirip septik tank yang menampung segala tulisan sampah yang kotor dan beracun.
Pujian SAYYID MUHAMMAD ALWI AL-MALIKI kepada Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab :
Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab adalah ulama yang mengerti mana tauhid dan mana syirik sehingga Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki pun menggelarinya dengan sebutan “Imam at-tauhid wa Ra`su al-Muwahhidin” (pemimpin tauhid dan kepala orang ahli tauhid) dalam kitabnya “Mafahim Yajib an-Tushahhah” halaman 202:
??? ?? ???? ??????? ???? ???????? ???? ????? ??????? ?????? ??????? ???? ?????? ?????? ????? ??? ?????? ??????? ?????? ??? ????? ??????.
“Inilah dia Imam Tauhid dan kepala ahli tauhid mengatakan ucapannya yang benar dengan hikmahnya yang lurus yang karenanya dakwahnya tersebar di tengah-tengah manusia dan thariqatnya kesohor di kalangan orang khusus maupun orang kebanyakan.”
Klik juga: http://www.gensyiah.com
Ooh… gitu.. waduuh.. sayang banget kalo punya pikiran gitu, ga ada keinginan untuk meluruskan apa yang menurut anda belum lurus atau sedang menempuh jalan kesesatan? Padahal kalau setiap Muslim yang merasa punya Iman tentunya punya perasaan ‘wajib da’wah’ minimal untuk diri sendiri. Ingat para Nabi & Rasul diawali pemahaman ilmu ‘menggembala’ sehingga sifat ngemong dan bijak dalam menyikapi fenomena yang ada dihadapannya dengan penuh bijaksana. Lha kalau hewan yang digembalakannya ada yang nyeleneh? apa dibiarkan nyasar? dibiarkan hilang? Kalau berbicara Septik tank, itu luar biasa, sebab kemuliaan septik tank diantaranya tidak akan membeda-bedakan najisnya siapa, najisnya ustadz; ditampung, najisnya bromocorah; ditampung, najisnya teroris; ditampung, pokoknya najisnya siapapun pasti sepanjang masih memungkinkan kapasitasnya akan ditampung, Lha antum lebih sempit pola pikirnya dibanding Septik Tank, Astaghfirullah. Sifat/pribadi yang dimiliki Rasulullah SAW walaupun kita nggak mampu 100% mencontoh, ya… 25%nya aja kali.., seperti Tabligh nya Rasulullah mari kita coba contoh walau cuma 24% nya aja, jangan mudah menghujat. Antum menghujat Penulis buku ini, padahal antum ngga pernah baca? lalu apa dasar antum menghujat? hanya karena teman antum menghujat lantas antum merasa wajib belapati? Rasanya itu ngga pernah diajarkan Rasulullah SAW, apalagi termaktub di Kitabullah. Antum ada yang ngasih buku (misalnya ada), masa’ mau langsung dicemplungkan ke Septik tank?, apa antum nggak ngerti mubadzir? kan kalau ngga mau baca ya dikiloin aja, lumayan ada manfaatnya. Inilah sifat Congkak yang dulu dicontohkan kaum Khawarij (mungkin antum ngga tahu karena belum pernah dengar). Ayo berkepala dingin, kendalikan emosi, bicara yang ilmiyah, kan situs ini muncul dari kalangan intelektual? yoo kita sesuaikan diri untuk bersikap intelek.
Pujian SAYYID MUHAMMAD ALWI AL-MALIKI kepada Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab.
AYYID MUHAMMAD ALWI AL-MALIKI di kitabnya “Mafahim Yajib an-Tushahhah” halaman 202 berkata:
??? ?? ???? ??????? ???? ???????? ???? ????? ??????? ?????? ??????? ???? ?????? ?????? ????? ??? ?????? ??????? ?????? ??? ????? ??????.
“Inilah dia Imam Tauhid dan kepala ahli tauhid mengatakan ucapannya yang benar dengan hikmahnya yang lurus yang karenanya dakwahnya tersebar di tengah-tengah manusia dan thariqatnya kesohor di kalangan orang khusus maupun orang kebanyakan.”
Klik juga: http://www.gensyiah.com
Pujian Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili (Penulis Kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syam) kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Beliau berkata,
“Ibnu Abdil Wahhab memulai dakwahnya pada tahun 1143 H atau 1730 M, beliau mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dakwah beliau adalah pelopor kebangkitan baru di seluruh dunia Islam. Beliau sangat memprioritaskan dakwahnya kepada tauhid yang merupakan tiang Islam, yang pada kebanyakan manusia telah tercampur dengan kerusakan-kerusakan (aqidah).”
[Majmu’atur Rosaail At-Taujihaat Al- Islamiyah Li Ishlahil Fardi wal Mujtama’, 3/242].
Pujian Al-Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani (Penulis Kitab Nailul Authar, Yaman) kepada Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab.
Ketika sampai berita kematian Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah pun merangkai bait-bait syairnya,
“Telah wafat tonggak ilmu dan pusat kemuliaan, Rujukan utama orang-orang pilihan yang mulia. Ilmu-ilmu agama nyaris hilang bersama wafatnya, Wajah kebenaran pun hampir lenyap tertelan derasnya arus sungai.”
[Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Aqidatuhu As-Salafiyyah wa Da’watuhu Al-Ishlahiyyah wa Tsanaul Ulama ‘alaihi, hal. 60.]
Pujian ASyaikh Muhammad Rasyid Ridho (Pimpinan Majalah Al-Manar, Mesir ] kepada Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab.
Beliau berkata,
“Zaman yang telah banyak tersebar bid’ah ini, tidak akan pernah berlalu tanpa adanya ulama rabbaniyyin yang terpilih untuk memperbarui kembali bagi umat ini urusan agama mereka dengan dakwah dan ta’lim serta teladan yang baik.
Mereka adalah orang-orang terpilih yang menafikkan dari agama ini; penyimpangannya orang-orang yang melampaui batas, kedustaan dengan mengatasnamakan agama yang dilakukan oleh orang-orang yang sesat dan penakwilan orang-orang jahil, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di antara ulama pembaharu yang terpilih itu. Beliau bangkit untuk mengajak kepada tauhid dan memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata, meninggalkan bid’ah dan kemaksiatan.”
[Muqaddimah Shiyanatul Insan, hal. 5]
wahabi biang perpecahan, dangkal dan dungu.aqidahnya aneh, fatwanya nyleneh. umat lain sudah ke bulan, wahabi sibuk urus orang2 yasinan dan tahlilan aja. smoga buku2 seperti ini bermunculan terus.
wah..sungguh dungu ya umat wahbabi..dikit2 kafirkan org…apalgi ne yang pada komen arogan dg kebodoannya…
Umat islam terpecah belah adalah karena pemahaman tentang hadits yang dianggp shahih hingga muncullah berbagai mazhab. Padahal pada jaman rasulullah tidak ada mazhab syiah, ahlusunnah, wahabbi/salafi. Hati-hati dihadits shahih pun termasuk bukhari ada yang dhoif atau palsu dan sebagainya . Padahal banyak umat islam percaya hadits dari bukhari dkk pasti shahih. Coba baca penelitian ilmiah dari Prof Dr Muhibbin di link http://dunia.pelajar-islam.or.id/dunia.pii/arsip/prof-dr-muhibbin-hadis-palsu-dan-lemah-dalam-sahih-bukhari.html. Kajilah yang sudah pasti benar yaitu Alquran. Jangan terlalu percaya dengan yang berbau arab. Apalagi arab saudi adalah temannya amerika. Silahkan cari datanya di internet atau kunjungi http://abusalafy.wordpress.com/2010/07/20/kedubes-arab-saudi-washington-70-tahun-hubungan-mesra-arab-saudi-yang-salafy-dengan-amerika/. atau lihat tingkah laku para pangeran arab di http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2010/12/31/beginilah-kalau-pangeran-arab-saudi-berlibur/
Begitulah Kang Alie, …. Juga Kang Andarya, …. kebanyakan pada nggak mau baca dengan benar, tenang, tapi yang diutamakan menjagokan Tokohnya. kalau ada yang mencela tokohnya langsung sewot, masa bodo kalau ajarannya membuat kita sesat.
Bayangkan saja untuk mencoba membaca buku yang dikupas rubrik ini saja nggak ada yang mau karena dinilai melecehkan Tokoh Idolanya, bukan karena ajaran tokoh idolanya itu ada yang menunjukkan kekeliruannya, terus mau meneliti apa iya? Tapi bisanya Langsung sewot, marah, maki-maki, menghujat, untung ngga bisa nyumpahin, karena kalau nyumpahin juga diketawain para malaikat (ane yaquiin…. go la go quiin..)
Coba telusuri komentar2 diatas, ternyata penganut sekte Wahabi ini akal fikirannya telah tertutup oleh racun yang ditebar oleh para ulamanya, sehingga yang ada hanyalah omongan rendah yang tidak intelek, tapi mereka mengklaim orang lain yang konyol, orang lain yang kelewatan kalau bicara, seperti saya dianggap najis, saya dianggap lebih parah dibanding septick tank? kan ya… lucu aja gitu…. Insya Allah saya jauh dari rasa tersinggung, bahkan jadi prihatin, karena betapa hebatnya ulama sekte wahabi dalam menebar racun. Seperti pemikiran primitif : kalau Rasulullah SAW tidak mencontohkan maka pelakunya disebut bid’ah, setiap bid’ah PASTI sesat, setiap kesesatan hadiahnya NERAKA. Coba lihat Al Qur’an yang sekarang, bandingkan dengan artefak aslinya yang tidak ada titik misalnya pada huruf ba, ta, tsa, ya, syin, dzod, dho, dza,kho, jim, tidak ada fathah, kasrah, dzommah, tasydid, sukun, tidak ada nomor ayat, terus apakah itu bukan hasil bid’ah?
Dijaman Rasulullah tidak ada pelajaran Tajwid, Fashohah, Nahwu, shorof, semua ilmu ini kan hasil bid’ah?
Ditambah lagi kita semua saat ini sangat terbantu dengan adanya kitab-kitab hadits, tapi bukankah Rasulullah dulu melarang menulis/membukukan hadits?. Itulah yang saya bilang bahwa pemahaman bahwa Al Bid’atun dlolalah, ad-dlolalatu fin-nar itu pemahaman wahabi saat ini yang sangat primitif. Kaya orang ngajarin kera untuk bisa tampil di Topeng Monyet aja. Karena si kera kalau disalahkan penonton saat aksinya akan marah besar. Wallaahu a’lam bi-showaab
eits
katanya Muslim, kok malah ribut??
katanya anti bid’ah, kok malah dakwah via internet?
katanya anti taqlid kok malah memuliakan ajaran abdul wahab, & arab saudi daripada ajaran Nabi Muhammad SAW?
kita ini MUSLIM janganlah saling ribut & memuliakan tokoh2 sekte masing2 melebihi memuliakan Nabi Muhammad SAW.
msalah sesat, masalah kafir, dll toh kita tidak bisa sembarangan menentukannya.
yang pasti sesat itu yang menentang ayat2 ALLAH SWT
nah masalah ayat2 ALLAH SWT (Al-Quraan) itu perlu kajian yang amat dalam, baru bisa dikatakan sesat/kafir.
jangan hanya melihat teks Al-Quraan saja.
kalau hanya melihat teks nya saja (tanpa mau mengkaji kandungannya serta asbabun Nuzulnya) & kita langsung menetapkan orang itu kafir, itu pemikiran yang kerdil.
kita ini perlu mengkaji Al-Quraan dengan dalam, TIDAK HANYA SEKEDAR MEMBACA TEKS.
contohnya, ketika malaikat Jibril menyampaikan wahyu yang pertama “iqra” lalu Nabi SAW menjawab “saya tidak bisa membaca”, dst (kalian pasti sudah tau)
nah makanya perlu pengkajian Al-Quraan TIDAK HANYA SEKEDAR MEMBACA TEKS, dalam hal apapun terlebih mencap orang lain kafir.
sudah jangan ribut sesama muslim, daripada ribut, mendingan sama2 memajukan Islam & jangan ada lagi yang memuliakan tokoh baik melebihi memuliakan Nabi Muhammad SAW.
& yang terlebih penting lagi, jangan hanya sekedar tau, tapi amalkan Al-Quraan + Hadits
@Abah Yahya terima kasih bisa dengan sabar dan ilmiah menjawab komen2 teman2 wahaby
Assalamualaikum,..saya salut dengan sikap anak muda muhammadiyah skrg, sudah bisa mencermati manhaj plin-plan salafi, berbeda dalam hal furu’ tidak masalah, te2p kedepankan sikap tasamuh,..silakan gabung di grup FB berikut untuk mengupas tuntas aqidah salafi wahabi : http://www.facebook.com/groups/1OMWDI/
Sekedar saran buat salafi, muhammadiyah atau aswaja..silakan simak dialog terbuka antara Buya Yahya (ulama aswaja cirebon) dan Ust. Thaharah (Yayasan As-Sunnah Cirebon dari pihak salafi)
Diskusinya seharusnya bersambung, tetapi sepertinya ust. Thaharah tidak berani karena hujjah2nya sudah terbantahkan..malah mengeluarkan koran republika, dari diskusi ini saja sudah terlihat salafi tidak mengedepankan Al-Qur’an & Hadits…Ada 4 file (340MB) 2 file hari pertama, 2 file hari ke-2. Diskusinya ditayangkan di cirebon tv.. :
1. http://www.buyayahya.com/00VIDEO/Kaset_Buya_FLV/Dialog_Tawasul_Bag1_Disc1.flv
2. http://www.buyayahya.com/00VIDEO/Kaset_Buya_FLV/Dialog_Tawasul_Bag1_Disc2.flv
3. http://www.buyayahya.com/00VIDEO/Kaset_Buya_FLV/Dialog_Tawasul_Bag2_Disc1.flv
4. http://www.buyayahya.com/00VIDEO/Kaset_Buya_FLV/Dialog_Tawasul_Bag2_Disc2.flv
Mari serahkan agama ini kepada ahlinya, jgn mudah terlena dengan embel2 manis kembali ke Al-Qur’an Hadits,.dalil itu urusan ulama’, siapa kita?seharusnya kita bisa sadar diri…dan smoga saudara2 kita (mahasiswa) yg terbujuk rayuan manis salafi bisa kembali ke jalaan yg benar,..salam buat pengurus2 muhammadiyah
Ali Ma’ruf (mhsiswa ftp ugm)