IMM adalah sebuah gerakan mahasiswa sekaligus sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang berdiri pada 14 Maret 1964 (29 Syawal 1384 H). Kelahirannya dipicu oleh berbagai sebab, yaitu :
- Situasi kehidupan bangsa yang tidak stabil, pemerintahan yang otoriter dan serba tunggal, serta adanya ancaman komunisme di Indonesia
- Terpecah-belahnya umat Islam dalam bentuk saling curiga dan fitnah, serta kehidupan politik ummat Islam yang semakin buruk
- Terbingkai-bingkainya kehidupan kampus (mahasiswa) yang berorientasi pada kepentingan politik praktis
- Melemahnya kehidupan beragama dalam bentuk merosotnya akhlak, dan semakin tumbuhnya materialisme-individualisme
- Sedikitnya pembinaan dan pendidikan agama dalam kampus, serta masih kuatnya suasana kehidupan kampus yang sekuler
- Masih membekasnya ketertindasan imperialisme penjajahan dalam bentuk keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan
- Masih banyaknya praktek-praktek kehidupan yang serba bid’ah, khurafat, bahkan ke-syirik-an, serta semakin meningkatnya misionaris-Kristenisasi
- Kehidupan ekonomi, sosial, dan politik yang semakin memburuk
Penandatanganan Piagam Pendirian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dilakukan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu, yaitu KHA. Badawi. Resepsi peresmian IMM dilaksanakan di Gedung Dinoto Yogyakarta dengan penandatanganan ‘Enam Pene-gasan IMM’ oleh KHA. Badawi, yaitu :
- Menegaskan bahwa IMM adalah gerakan mahasiswa Islam
- Menegaskan bahwa Kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM
- Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah
- Menegaskan bahwa IMM adalah organisasi mahasiswa yang sah dengan mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara
- Menegaskan bahwa ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah
- Menegaskan bahwa amal IMM adalah lillahi ta’ala dan senantiasa diabdikan untuk kepentingan rakyat
IMM di UGM awalnya merupakan sebuah komisariat. Pada tahun 2010, ada pemekaran komisariat IMM di UGM. PK IMM Al Khawarizmi UGM (untuk Fakultas-fakultas rumpun biosainstekkes) dan PK IMM Ibnu Khaldun UGM (untuk fakultas-fakultas rumpun sosio-humaniora dan agrokompleks). Kini IMM di UGM terwadahi dalam pengurus Koorinoator Komisariat (Korkom) IMM UGM.
Koorkom bertugas mengkoordinasikan Pimpinan Komisariat (PK) IMM di suatu lingkup wilayah. Koorkom IMM UGM mengkoordinir dua PK dibawahnya, yang berbasiskan mahasiswa-mahasiswi UGM. Korkom dibentuk oleh Pimpinan Cabang (PC) IMM Bulaksumur-Karangmalang (BSKM). Struktur diatasnya lagi adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM DIY, dan selanjutnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM.
IMM di UGM adalah sebuah organisasi kader yang sesuai konstitusi IMM bertujuan untuk mencetak akademisi Islam berakhlaq mulia untuk mencapai tujuan Muhammadiyah, yaitu membentuk masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
IMM Korkom UGM mengkoordinasikan PK IMM Al Khawarizmi UGM dan PK Ibnu Khaldun UGM agar senantiasa berupaya membentuk kader-kader yang memenuhi tiga kompetensi dasar IMM, yaitu intelektualitas, religiusitas, dan humanitas. Untuk mencapainya IMM di UGM secara rutin menyelenggarakan diskusi, seminar, kajian, bakti sosial, dll.

Recent Comments