(Angga, Gizi Kesehatan)
Becik Ketitik, Olo Bakal Kethoro…
(Ari Hendra, Arkeologi)
Bukan karena cicak atau buaya. Tapi, karena kita mempertahankan negara yang sama.
(Yuar Dwi, Psikologi)
Gak ada KPK = Rakyat Sengsara.
(Auriza, Elins) more…
(Angga, Gizi Kesehatan)
Becik Ketitik, Olo Bakal Kethoro…
(Ari Hendra, Arkeologi)
Bukan karena cicak atau buaya. Tapi, karena kita mempertahankan negara yang sama.
(Yuar Dwi, Psikologi)
Gak ada KPK = Rakyat Sengsara.
(Auriza, Elins) more…
oleh Muhammad Zulfi Ifani*
“Dan janganlah (sebagian) kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim (penguasa), supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa padahal kamu mengetahui” (Q.S Al Baqarah : 188)
Entah sudah berapa minggu kasus KPK vs POLRI ini menjadi headline media massa negeri kita. Sederhananya, tentulah masalah ini diposisikan begitu penting oleh pihak media massa sehingga mendapatkan porsi yang sangat dominan dalam berbagai pemberitaan.
Saya melabeli kasus ini sebagai pertarungan antara KPK vs POLRI. Bukan tanpa alasan, mengingat dari kacamata orang awam akan terlihat secara jelas konfrontasi kontinu antara KPK dan POLRI. more…
oleh Arie Nugroho*
Kata ideologi yang tersemat dalam judul di atas dimaksudkan untuk ideologi dalam ranah praksis, bukan konsep – teoritis. Secara konsep saya 100 % yakin bahwa setiap organisasi memiliki tulisan – tulisan hitam di atas putih yang menggambarkan ideologi dari organisasi tersebut.
Dan organisasi di sini bisa diartikan sebagai sekumpulan orang yang memiliki kesamaan ideologi, mulai dari organisasi kesiswaan, organisasi kemahasiswaan, organisasi kemasyarakatan, dan negara pun bisa masuk ke dalamnya. more…
oleh : Ahmad Mujahid Arrozy *)
Katakanlah: “Adapun yang diwahyukan kepadaku ( Nabi Muhammad SAW ) oleh Tuhanku, bahwa sesungguhnya Tuhanmu, hanyalah Tuhan Yang Maha Esa! Sudahkah kalian mematuhi wahyu itu ?”. QS Al-Anbiya 108.
Waktu pertama kali saya menjawab soal asistensi agama Islam ( AAI ) ada sebuah soal yang menyatakan bahwa Wowo ( aktor di soal itu ) sering kali mengucapkan syahadat tetapi ia sangat suka sekali ramalan bintang, minta bantuan dukun ajaib, dan mendatangi pohon besar. Tentu soal ini sangat menarik bagi saya dan fenomenal di kalangan masyarakat. Dalam era yang telah memasuki wawasan posmodernisme tentu menjadi asing fenomena ini walaupun memang ada sebagian yang masih melakukan ritual seperti itu tidak memandang tempat, kota maupun desa cuman kalaupun di kota dipublikasikan melalui iklan televisi atau majalah. Tetapi jika menilik kembali sejarah agama-agama maka telah dinyatakan bahwa tugas para nabi-nabi adalah membebaskan dari sesuatu yang mendarah daging dan menindas. Sesuatu yang kolot menjadi dinamis. Nabi membebaskan dari cengkeraman budaya politeistik seperti meyakini banyak Tuhan dan benda-benda yang tak masuk akal. Nabi menembus batas tradisi yang menyesatkan menuju peradaban intelektual. Nabi dalam Islam membawa wahyu yang telah diutus oleh Allah SWT. Wahyu menjadi perbedaan di dalam pemikiran Islam karena memang manusia tidak bisa lepas dari Tuhannya dalam dinamika kehidupan.
oleh M. Zulfi Ifani*
Wacana neoliberalisme (biasa disingkat dengan neolib) memang sedang mencuat akhir-akhir ini. Apalagi di tengah konstelasi politik menjelang pilpres, isu ini kerap dianggap sebagai black campaign untuk memojokkan calon tertentu. Sampai-sampai (tanpa harus saya sebut namanya), ada calon yang memfokuskan minggu-minggu awal kampanyenya hanya untuk meyakinkan khalayak bahwa mereka adalah antek-neolib.
Andai kita tahu, iklim politik di tingkat elit jelas hampir meledak dengan tambahan isu ini. more…