Tag-Archive for » IMM UGM «

oleh Irfa Fahd Rizal

Dalam perjalan sejarah umat manusia, tidak lepas dari pengaruh oleh orang orang yang berperan didalamnya. Baik para para pemikir sosial maupun para ilmuan eksakta keduanya sangat berpengaruh dalam perkembangan zaman di kemudian hari. Menurut Michael Hart (1978) dalam bukunya 100 orang yang paling berpengaruh di dunia mencatat bahawa sosok yang baling dapat membawa perubahan di dunia adalah Muhammad SAW. Telaah yang dilakukan Dr. Hart adalah penkajian secara ilmiah dengan melihat berbagai prespektif. Menurut Dr. Munzir (2008) dalam disertasinya yang kemudian dibukukan mejelaskan, bahwa bukti misi Revolusioner Nabi Muhammad SAW, tidak saja terlihat pada masa hidupnya. Pada masa Nabi, ajaran Islam yang awalnya sama sekali ditolak oleh karena meruntuhkan tradisi Makkah ketika itu kemudian dapat diterima oleh masyarakat, dengan puncaknya pada peristiwa Fathul Makkah. Sebagai aktor perubahan, Muhammad SAW sangatlah sukses dalam membawa misi Profetiknya ketika itu. Bagaimana Muhammad SWA, menjadi pembebas masyarakat dari berbagai macam ketidakadilah sosial, kejahiliahan sosial, dan yang lebih penting adalah penyadaran akan transindental pada pencipta, Allah SWT. Lanjut…

oleh : Inamul Haqqi Hasan*

Pendahuluan : Para Pendusta Agama
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
Itulah orang yang menghardik anak yatim
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (Al Ma’un 1-3)

Surat Al Ma’un, mungkin sebuah sebuah surat yang sudah dihafal oleh murid- murid TK, khususnya yang berbasis Islam. Tidak terlalu susah untuk menghafalnya, hanya 7 ayat pendek-pendek. Namun, jika dipahami lebih dalam, sesungguhnya surat ini membawa misi kemanusiaan Islam yang amat kuat. Sampai-sampai Sayyid Quthb menyebutnya sebagai memecahkan hakikat besar yang hampir mendominasi pengertian iman dan kufur secara total. Tidak ada yang lebih jelas dan lebih tegas daripada ketiga ayat ini dalam menetapkan hakikat yang mencerminkan ruh aqidah dan tabiat agama ini dengan cermin yang lebih tepat. (Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zilalil Qur’an, dikutip dari Said Tuhuleley, 2010). Ketiga ayat yang dimaksud Quthb adalah ayat 1-3 surat Al Ma’un, di mana di dalamnya menjelaskan siapa pendusta agama. Kriteria pendusta agama yang pertama adalah orang yang menghardik anak yatim, dan kriteria kedua adalah yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Menariknya, di sana terdapat kata “menganjurkan”, tidak langsung memberi makan orang miskin. Ahmad Mustafa Al Maraghy dalam kitab tafsir Al Maraghy menjelaskan bahwa jika kita mampu memberi makan orang miskin maka kewajiban kita adalah memberi, tetapi jika kita tidak mampu maka kewajiban kita adalah menganjurkan bagi yang mampu untuk memberi makan orang miskin. Lanjut…

pen

Ayo Tunjukkan Idemu !”

Bidang Keilmuan IMM UGM membuat terobosan tahun ini dengan mengajak seluruh Immawan dan Immawati menuangkan idenya dalam bentuk tulisan. Karya ini akan dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku. Tertarik? Segera kirim tulisanmu ke : imm.ugm.jogja@gmail.com ; paling lambat 1 MARET 2010.

KETENTUAN PENULISAN

Tema:

Radikalisme Agama menafsirkan pemahaman Keagamaan Kontemporer “.

Naskah :

  1. Spasi : 1,5.

  2. Margin : 43.

  3. Tidak ada plagiat.

  4. Gaya penulisan ilmiah populer.

  5. Endnotes.

  6. Font Bookman old style ukuran 11.

  7. Isi naskah terdiri 6000 atau min 10 halaman.

CATATAN

Karena keterbatasan jumlah karya yang bisa dipublikasikan, buku ini hanya memuat 10 tulisan dengan komposisi 5 Immawan dan 5 Immawati.. Jadi, segera kirim tulisanmu!!

CP : Ozy 085649304339

Selamat dan Sukses kepada anggota baru IMM UGM yang telah melalui Perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD) 21-22 November 2009 di Sariharjo, Rejodani, Sleman.

Imam Afif (Administrasi Negara)

Andika Tris Susanto (Teknik Nuklir)

Astri Nur Fauziah (Kedokteran Hewan)

Ayu Sartika Hiasyah (Ilmu Komunikasi)

Efrinda Ari Ayuningtyas (Geografi Lingkungan)

Zulfiyah Deva Istiyani (Kedokteran Hewan)

Fauzan Ramadlon (Teknologi Pertanian)

Hening Kartika Nudya (Ilmu Pemerintahan)

Eko Heri Prabowo (Ilmu Pemerintahan)

Dian Ajeng Pangestu (Antropologi Budaya)

Angga Budiarto (Gizi Kesehatan)

Praftiwi Umitri (Teknik Fisika)

Muhammad Amirrudin (Sosiologi)

Fauzia Nur Laili (Farmasi)

“Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah hendaklah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan (dan teknologi) di mana dank e mana saja. Menjadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan (propesional) lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu.” (KH. Ahmad Dahlan)

Teruskan perjuangan ikatan! Fastabiqul Khoirot!

neo_liberalismWacana neoliberalisme (biasa disingkat dengan neolib) sering mencuat belakangan ini. Apalagi di tengah kontestasi pilpres kemarin, isu ini kerap kali dianggap sebagai black campaign untuk memojokkan calon tertentu. Sampai-sampai, ada calon yang pada tahap awal kampanye-nya hanya memfokuskan diri untuk menanggapi tuduhan tersebut (baca: politik pencitraan).

Istilah Neolib mengutip dari Fuad Bawazier justru seringkali tidak dikenal oleh para ekonom (termasuk di dalamnya mahasiswa ekonomi). Memang istilah ini secara khusus diajarkan di Fakultas Sosial dan Politik. Namun, sangat tidak masuk akal ketika para ekonom pun tidak tahu menahu. Tidak jelas apa yang menjadi penyebabnya. Namun, istilah ini tidaklah baru sama sekali, karena beberapa tokoh dunia seperti Joseph Stiglitz (2002), Herbert Giersch (1961) dan bahkan M. Hatta (1959) pernah menuliskannya. Lanjut…