Posts Tagged ‘IMM UGM’
Written on February 11th, 2010 by IMM UGMno shouts

“Ayo Tunjukkan Idemu !”
Bidang Keilmuan IMM UGM membuat terobosan tahun ini dengan mengajak seluruh Immawan dan Immawati menuangkan idenya dalam bentuk tulisan. Karya ini akan dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku. Tertarik? Segera kirim tulisanmu ke : imm.ugm.jogja@gmail.com ; paling lambat 1 MARET 2010.
KETENTUAN PENULISAN
Tema:
“ Radikalisme Agama menafsirkan pemahaman Keagamaan Kontemporer “.
Naskah :
-
Spasi : 1,5.
-
Margin : 43.
-
Tidak ada plagiat.
-
Gaya penulisan ilmiah populer.
-
Endnotes.
-
Font Bookman old style ukuran 11.
-
Isi naskah terdiri 6000 atau min 10 halaman.
CATATAN
Karena keterbatasan jumlah karya yang bisa dipublikasikan, buku ini hanya memuat 10 tulisan dengan komposisi 5 Immawan dan 5 Immawati.. Jadi, segera kirim tulisanmu!!
CP : Ozy 085649304339
Written on December 30th, 2009 by IMM UGM4 shouts
Selamat dan Sukses kepada anggota baru IMM UGM yang telah melalui Perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD) 21-22 November 2009 di Sariharjo, Rejodani, Sleman.
Imam Afif (Administrasi Negara)
Andika Tris Susanto (Teknik Nuklir)
Astri Nur Fauziah (Kedokteran Hewan)
Ayu Sartika Hiasyah (Ilmu Komunikasi)
Efrinda Ari Ayuningtyas (Geografi Lingkungan)
Zulfiyah Deva Istiyani (Kedokteran Hewan)
Fauzan Ramadlon (Teknologi Pertanian)
Hening Kartika Nudya (Ilmu Pemerintahan)
Eko Heri Prabowo (Ilmu Pemerintahan)
Dian Ajeng Pangestu (Antropologi Budaya)
Angga Budiarto (Gizi Kesehatan)
Praftiwi Umitri (Teknik Fisika)
Muhammad Amirrudin (Sosiologi)
Fauzia Nur Laili (Farmasi)
“Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah hendaklah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan (dan teknologi) di mana dank e mana saja. Menjadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan (propesional) lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu.” (KH. Ahmad Dahlan)
Teruskan perjuangan ikatan! Fastabiqul Khoirot!
Written on December 11th, 2009 by IMM UGMone shout
Wacana neoliberalisme (biasa disingkat dengan neolib) sering mencuat belakangan ini. Apalagi di tengah kontestasi pilpres kemarin, isu ini kerap kali dianggap sebagai black campaign untuk memojokkan calon tertentu. Sampai-sampai, ada calon yang pada tahap awal kampanye-nya hanya memfokuskan diri untuk menanggapi tuduhan tersebut (baca: politik pencitraan).
Istilah Neolib mengutip dari Fuad Bawazier justru seringkali tidak dikenal oleh para ekonom (termasuk di dalamnya mahasiswa ekonomi). Memang istilah ini secara khusus diajarkan di Fakultas Sosial dan Politik. Namun, sangat tidak masuk akal ketika para ekonom pun tidak tahu menahu. Tidak jelas apa yang menjadi penyebabnya. Namun, istilah ini tidaklah baru sama sekali, karena beberapa tokoh dunia seperti Joseph Stiglitz (2002), Herbert Giersch (1961) dan bahkan M. Hatta (1959) pernah menuliskannya. Lanjut…
Written on November 9th, 2009 by IMM UGMno shouts
KPK = sekelumit kiprah luar biasa bagi penyelamatan bangsa! So, Dukung KPK!
(Angga, Gizi Kesehatan)
Becik Ketitik, Olo Bakal Kethoro…
(Ari Hendra, Arkeologi)
Bukan karena cicak atau buaya. Tapi, karena kita mempertahankan negara yang sama.
(Yuar Dwi, Psikologi)
Gak ada KPK = Rakyat Sengsara.
(Auriza, Elins) (more…)
Written on September 18th, 2009 by IMM UGMno shouts
Sebagai aktualisasi kompetensi humanitas, didorong semangat berbagi di bulan Ramadhan, PK IMM UGM melalui panitia Ramadhan Bersama IMM UGM menggelar Bakti Sosial Ramadhan ke Panti Asuhan Ar-Rahmah, Srandakan, Bantul. Acara yang diselenggarakan pada hari Ahad, 13 September 2009 itu selain memberikan bantuan materi berupa sembako, panitia juga membawa seorang motivator. Hal ini diharapkan agar para santriwan dan santriwati panti asuhan tetap memiliki optimisme untuk maju.
Dengan mengangkat tema Menjadi Remaja Sukses, Imam Muslimin sebagai motivator meyakinkan bahwa semua mempunyai potensi untuk sukses. “Kita semua punya potensi untuk menjadi remaja sukses. Maka dari itu, kita harus mengenali potensi yang kita punya. Potensi tersebut harus dimaksimal kan untuk meraih keberhasilan, pada bidang yang kita sukai.”, demikian pesannya saat sesi materi.
Sore hari, santriwan santriwati panti asuhan yang sekaligus pondok pesantren tersebut diajak bermain outbound. Permainan-permainan yang dibawakan diharapkan mampu membawa makna kerja sama, kebersamaan, kepemimpinan, dan soft skill lainnya. Panitia dan para santri pun larut berbaur dalam keceriaan. Sebagai acara penutup adalah buka bersama panitia, pengurus panti, dan para santri yang diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis.
Older Posts »