<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: IMM UGM ONLINE :: &#187; IMM UGM</title>
	<atom:link href="http://immugm.web.id/tag/imm-ugm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://immugm.web.id</link>
	<description>Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Gadjah Mada</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Aug 2010 05:37:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ibnu Khaldun dan Al Khawarizmi Hadir ke UGM!</title>
		<link>http://immugm.web.id/2010/04/05/ibnu-khaldun-dan-al-khawarizmi-hadir-ke-ugm/</link>
		<comments>http://immugm.web.id/2010/04/05/ibnu-khaldun-dan-al-khawarizmi-hadir-ke-ugm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 17:23:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IMM UGM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Al Khawarizmi]]></category>
		<category><![CDATA[Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Khaldun]]></category>
		<category><![CDATA[IMM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Komisariat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemekaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://immugm.web.id/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[oleh Irfa Fahd Rizal
Dalam perjalan sejarah umat manusia, tidak lepas dari pengaruh oleh orang orang yang berperan didalamnya. Baik para para pemikir sosial maupun para ilmuan eksakta keduanya sangat berpengaruh dalam perkembangan zaman di kemudian hari. Menurut Michael Hart (1978) dalam bukunya 100 orang yang paling berpengaruh di dunia mencatat bahawa sosok yang baling dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh Irfa Fahd Rizal</p>
<p>Dalam perjalan sejarah umat manusia, tidak lepas dari pengaruh oleh orang orang yang berperan didalamnya. Baik para para pemikir sosial maupun para ilmuan eksakta keduanya sangat berpengaruh dalam perkembangan zaman di kemudian hari. Menurut Michael Hart (1978) dalam bukunya 100 orang yang paling berpengaruh di dunia mencatat bahawa sosok yang baling dapat membawa perubahan di dunia adalah Muhammad SAW. Telaah yang dilakukan Dr. Hart adalah penkajian secara ilmiah dengan melihat berbagai prespektif. Menurut Dr. Munzir (2008) dalam disertasinya yang kemudian dibukukan mejelaskan, bahwa bukti misi Revolusioner Nabi Muhammad SAW, tidak saja terlihat pada masa hidupnya. Pada masa Nabi, ajaran Islam yang awalnya sama sekali ditolak oleh karena meruntuhkan tradisi Makkah ketika itu kemudian dapat diterima oleh masyarakat, dengan puncaknya pada peristiwa Fathul Makkah. Sebagai aktor perubahan, Muhammad SAW sangatlah sukses dalam membawa misi Profetiknya ketika itu. Bagaimana Muhammad SWA, menjadi pembebas masyarakat dari berbagai macam ketidakadilah sosial, kejahiliahan sosial, dan yang lebih penting adalah penyadaran akan transindental pada pencipta, Allah SWT.<span id="more-190"></span></p>
<p>Misi profetik Muhammad SAW, itulah yang kemudian tidak saja berpengaruh pada revolusi sosial pada masa Nabi Muhammad, namun kemudian berpengaruh pada transformasi sosial-transformaisi sosial pada masa-masa setelah wafatnya Nabi. Rasulullah Muhammad SAW, melakukan perubahan yang sangat mendasar, oleh karena itu sangatlah berpengaruh pada masa selanjutnya. Maka kemajuan dalam ilmu pengetahuan, banyaknya Ilmuan Muslim yang muncul tidaklah lepas dari budaya pembebasan umat manusia dari berbagai praktik sosial di zaman Jahiliyah oleh nabi.</p>
<p>Diantara Ilmuan Muslim yang kemudian hingga kini dikenal oleh dunia adalah Al Khawarizmi (780-850) dan Ibnu Khaldun (1332-1406 M). Al Khawarizmi adalah tokoh yang sangat terkemuka dan dikenal didunia. Al Khawarizmi adalah penemu angka “0? yang sangat berpengaruh bagai perkembangan ilmu pengetahuan khususnya IPTEK dimasa selanjutnya bahkan pada masa kini sekalipun. Bagaimana mungkin adanya komputerisasi bisa begitu besar tanpa peran angka “0? (nol) dalam matematika. Selain itu ia Juga dikenal sebagai seorang saintis yang filusuf, ahli logika, ilmuan kimia bahkan ahli sejarah islam. Kepakaranya dalam ilmu penetahuan dalam bidang eksakta tidak dapat dipungkiri.</p>
<p>Ibnu Khaldun adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia. Adapun karyanya yang paling dikenal adalah bukunya “Muqqodimah” yang telah ditejemahkan dalam berbagai macam bahasa didunia, bahkan masih terus dicetak ulang hingga kini. Kepakaran ibnu khaldun yang dalam sosiologi sangat berkontribusi dalam perkembangan sosial umat manusia. Selain pemikiran-pemikiran sosialnya yang paling menonjol adalah Ibnu Khaldun merupakan penggagas ekonomi secara empiris bahkan sebulun para pemikir barat berteori tentang ekonomi.</p>
<p>Kiprah dan pengaruh Al Khawarizmi dan Ibnu Khaldun tersebut mencoba untuk ditrasformasikan pada kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Gadjah Mada (UGM). IMM UGM yang sebelumnya hanya terwadahi dalam satu Komisariat (Komisariat UGM ) kemudian pada MUSYKOM (Musyawarah Komisariat) VI IMM UGM pada 1-3 April 2010 diputuskan untuk lebih memasifkan langkah perjuanganya kemudian mengembangkan diri dengan dua Komisariat. Bermaksud Menteladani Al Khawarizmi dan Ibnu Khaldun, kemudian kedua komisariat baru tersebut kemudian diberinama IMM Komisariat Al Khawarizmi UGM dan IMM Komisariat Ibnu Khaldun UGM.</p>
<p>Komisariat IMM Al Khawarizmi UGM merupakan gabungan dari fakultas-fakultas yang bernuansa eksakta yaitu: Teknik, MIPA, Goegrafi, Biologi, Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, dan Farmasi. Sedangkang Komisariat IMM Ibnu Khaldun UGM terdiri dari fakultas-fakultas rumpun sosio humaniora dan rumpun agro kmpleks, diataranya adalah: FIB, FEB, Psikologi, Hukum, Filsafat, FISIPOL, TP, Pertanian, Peternakan dan Kedokteran Hewan.</p>
<p>Selain mencoba meneladani kepakaran Al Khawarizmi dan Ibnu Khaldun dalam bidang kepakaranya, lebih penting dari itu adalah kontribusinya pada perkembangan selajutnya. Sebagai teladan yang terbaik adalah nabi Muhammad SAW yang bahkan sangat berperan dalam masa-masa selanjutnya. Semoga kader-kader IMM yang tergabung dalam IMM Komisariat Al Khawarizmi dan IMM Komisariat Ibnu Khaldun senantiasa berjuang baik ketika dalam kepemimpinan maupun setelah memimpin dan peranya akan selalu dikenang karena dirasakan kebaikanya.</p>
<p><strong><em>Fastabiqul Khairat!</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://immugm.web.id/2010/04/05/ibnu-khaldun-dan-al-khawarizmi-hadir-ke-ugm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al Ma&#8217;un dan Gerakan Mahasiswa</title>
		<link>http://immugm.web.id/2010/04/04/al-maun-dan-gerakan-mahasiswa/</link>
		<comments>http://immugm.web.id/2010/04/04/al-maun-dan-gerakan-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 12:27:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IMM UGM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Al Ma'un]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[IMM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://immugm.web.id/2010/04/al-maun-dan-gerakan-mahasiswa/</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Inamul Haqqi Hasan*
Pendahuluan : Para Pendusta Agama
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
Itulah orang yang menghardik anak yatim
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (Al Ma’un 1-3)
Surat Al Ma’un, mungkin sebuah sebuah surat yang sudah dihafal oleh murid- murid TK, khususnya yang berbasis Islam. Tidak terlalu susah untuk menghafalnya, hanya 7 ayat pendek-pendek. Namun, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://immugm.web.id/2010/04/04/al-maun-dan-gerakan-mahasiswa/attachment/0/' title='0'><img width="150" height="150" src="http://immugm.web.id/wp-content/uploads/2010/04/0-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="0" /></a>
<a href='http://immugm.web.id/2010/04/04/al-maun-dan-gerakan-mahasiswa/surah-almaun/' title='surah-almaun'><img width="150" height="150" src="http://immugm.web.id/wp-content/uploads/2010/04/surah-almaun-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="surah-almaun" /></a>

<p>oleh : Inamul Haqqi Hasan*</p>
<p>Pendahuluan : Para Pendusta Agama<br />
<em>Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?<br />
Itulah orang yang menghardik anak yatim<br />
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (Al Ma’un 1-3)</em></p>
<p>Surat Al Ma’un, mungkin sebuah sebuah surat yang sudah dihafal oleh murid- murid TK, khususnya yang berbasis Islam. Tidak terlalu susah untuk menghafalnya, hanya 7 ayat pendek-pendek. Namun, jika dipahami lebih dalam, sesungguhnya surat ini membawa misi kemanusiaan Islam yang amat kuat. Sampai-sampai Sayyid Quthb menyebutnya sebagai memecahkan hakikat besar yang hampir mendominasi pengertian iman dan kufur secara total. Tidak ada yang lebih jelas dan lebih tegas daripada ketiga ayat ini dalam menetapkan hakikat yang mencerminkan ruh aqidah dan tabiat agama ini dengan cermin yang lebih tepat. (Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zilalil Qur’an, dikutip dari Said Tuhuleley, 2010). Ketiga ayat yang dimaksud Quthb adalah ayat 1-3 surat Al Ma’un, di mana di dalamnya menjelaskan siapa pendusta agama. Kriteria pendusta agama yang pertama adalah orang yang menghardik anak yatim, dan kriteria kedua adalah yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Menariknya, di sana terdapat kata “menganjurkan”, tidak langsung memberi makan orang miskin. Ahmad Mustafa Al Maraghy dalam kitab tafsir Al Maraghy menjelaskan bahwa jika kita mampu memberi makan orang miskin maka kewajiban kita adalah memberi, tetapi jika kita tidak mampu maka kewajiban kita adalah menganjurkan bagi yang mampu untuk memberi makan orang miskin.<span id="more-183"></span></p>
<p>Mari kita tarik dasar pemikiran di atas pada pembahasan yang lebih luas. Usaha-usaha menolong orang miskin pada era sekarang ini, tidak cukup dengan cara-cara konvensional memberi sejumlah uang atau sembako kepada beberapa orang miskin saja. Begitu juga usaha untuk menganjurkan memberi orang miskin, harus mengalami pembaruan agar hasilnya menyeluruh. Karena sesungguhnya yang ada di hadapan kita bukan hanya kemiskinan, tetapi juga pemiskinan, yang secara sederhana dapat diartikan dengan proses sistematik yang mengakibatkan orang lain menjadi miskin. Apalagi pada era globalisasi ini, ia telah mengakibatkan pengambilalihan kakuasaan negara untuk melakukan regulasi oleh kekuatan korporasi-korporasi transnasional. Globalisasi telah menciptakan “keyatiman” dan “kepiatuan” baru, yaitu yatim sosial dan budaya karena proses alienasi, serta yatim ekonomi dan politik karena proses marjinalisasi dan dominasi. Ketidakmampuan atau keengganan negara untuk melindungi (to protect) dan memenuhi (to fulfill) hak warga negaranya dan untuk mengatur kebijakan publiknya di berbagai bidang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat, semakin lama semakin dilucuti oleh rezim liberalisasi yang berpihak pada modal (Habib Chirzin, 2010).</p>
<p>Secara materi, pemiskinan sudah tentu mengakibatkan semakin besarnya angka kemiskinan, entah apapun patokan statistiknya. Lebuh jauh dari itu, secara mental telah mengakibatkan adanya mental “trimo ing pandum” pada kalangan “kelas menengah ke bawah” (ameliorasi dari kata “kaum miskin”). Kondisi ini tentu semakin menjauhkan cita-cita masyarakat madani, masyarakat yang secara sosial ekonomi berdaulat, otonom, merdeka. Oleh karenanya, diperlukan ‘double action’ yang terorganisir dengan baik. Aksi yang pertama adalah aksi kultural berupa pemberdayaan masyarakat. Sedangkan aksi kedua adalah aksi struktural berupa advokasi. Tulisan ini merupakan sebuah sumbangan pemikiran bagi gerakan-gerakan mehasiswa.</p>
<p>Pemberdayaan Masyarakat : Modal Besar<br />
Pemberdayaan adalah upaya bersama yang dilakukan secara aktif untuk membangun kemampuan dan penguasaan atas sumber ekonomi, sosial, budaya, dan kekayaan alam. Upaya pemberdayaan adalah kegiatan yang dilakukan sendiri agar bebas dari peminggiran dan dominasi. (Habib Chirzin, 2010). Upaya pemberdayaan masyarakat sekarang ini telah dilakukan beberapa organisasi masyarakat, dengan format maupun strategi masing-masing. Umumnya berupa pendidikan dan pendampingan teknis. ‘Aisyiyah misalnya, organisasi perempuan yang merupakan bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah ini mempunyai konsep Qaryah Thayyibah. Berupa desa-desa yang dibina dalam bidang keagamaan dan bidang sosial ekonomi, bahkan hingga pendidikan politik. Hingga kini telah lebih dari 280 desa di seluruh Indonesia yang menjadi desa binaan Aisyiyah. Di bidang ekonomi, beberapa desa binaan tersebut telah mampu menjadi sentra produksi makanan maupun kerajinan tertentu, yang tentu saja akan mengarah pada kedaulatan ekonomi penduduk desa tersebut.</p>
<p>Untuk melakukan pemberdayaan masyarakat memang perlu kekuatan ‘modal’ tersendiri. Sayangnya, gerakan mahasiswa umumnya tidak cukup mempunyai ‘modal’ tersebut. Seringkali yang dilakukan gerakan mahasiswa adalah kegiatan bakti sosial model ‘minyak kayu putih’. Kegiatan memberi bantuan yang efeknya hanya kecil dan tidak bertahan lama. Kegiatan tersebut sesungguhnya sebatas melatih kepekaan sosial. Artinya, dampak yang muncul utamanya justru bagi mahasiswa itu sendiri, bukan bagi masyarakat. Atau sekedar menjadi pembuktian bahwa mereka mempunyai jiwa sosial, berfoto bersalaman dengan kepala desa sembari memegang sebungkus sembako dengan latar belakang bendera organisasi, itu sudah cukup memuaskan. Sedangkan bagi warga desa yang dibantu, sejatinya kedatangan orang-orang pintar itu tidak terlalu “berdampak sistemik” (meminjam istilah yang kini sedang tren). Namun, tidak perlu apatis terhadap kegiatan tersebut, sekurang-kurangnya kegiatan semacam ini masih positif, dan semoga saja menjadi awal atau latihan jika suatu saat mempunyai modal sosial yang mencukupi.</p>
<p>Advokasi : Agar tak Menjadi Pendusta Agama<br />
Menurut Mansour Faqih, Alm., dkk, advokasi adalah usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan publik secara bertahap-maju (incremental). Julie Stirling mendefinisikan advokasi sebagai serangkaian tindakan yang berproses atau kampanye yang terencana/terarah untuk mempengaruhi orang lain yang hasil akhirnya adalah untuk merubah kebijakan publik. Sedangkan menurut Sheila Espine-Villaluz, advokasi diartikan sebagai aksi strategis dan terpadu yang dilakukan perorangan dan kelompok untuk memasukkan suatu masalah (isu) kedalam agenda kebijakan, mendorong para pembuat kebijakan untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan membangun basis dukungan atas kebijakan publik yang diambil untuk menyelesaikan masalah tersebut (Adnan, 2005).</p>
<p>Jika dikembalikan ke dasar pemikiran tulisan ini, menurut penulis advokasi merupakan bentuk kekinian dari usaha menganjurkan memberi makan orang miskin, bagi sebuah gerakan mahasiswa. Artinya, jika sebuah gerakan mahasiswa masih kesusahan melakukan pemberdayaan masyarakat, gerakan mahasiswa tersebut haruslah melakukan advokasi, khususnya advokasi untuk memperjuangkan keadilan sosial (Mansour Faqih menyebutnya dengan istilah “advokasi keadilan sosial”). Atau jika dalam pengelempokan advokasi, yang seharusnya dilakukan gerakan mahasiswa adalah advokasi kelas, yaitu advokasi untuk menjamin terpenuhinya hak-hak warga negara dalam menjangkau sumber atau memperoleh kesempatan-kesempatan. (Edi Suharto, 2006).</p>
<p>Untuk itu, kader-kader gerakan mahasiswa harus memiliki kesadaran (self-awareness) terhadap kondisi sosial masyarakat, sekaligus harus mengetahui pengetahuan tentang kebijakan publik. Namun, sepertinya dua hal tersebut untuk saat ini cukup susah hadir. Hal ini dikarenakan sistem pendidikan yang sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi berlaku sebagai “tempat karantina”. Ia mengurung siswa-siswanya dalam sekolah yang dipenuhi dengan aturan-aturan anti kebebasan dan menjauhkan penghuninya dari realita sosial. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan ideologi efisiensi yang mengkotak-kotakkan ilmu ke dalam spesialisasi dan superspesialisasi (Adi Sasono, 2010). Seolah melakukan pekerjaan-pekerjaan sosial, baik itu pemberdayaan maupun advokasi, bagi pelajar dan mahasiswa adalah sesuatu yang bertentangan dengan tujuan lembaga pendidikan yang semata-mata ingin mencetak lulusan sesuai keinginan pasar, khususnya korporasi-korporasi raksasa dunia. Dalam kondisi ini, seorang mahasiswa punya keinginan masuk ke dalam sebuah gerakan mahasiswa sudah sesuatu yang layak disyukuri.</p>
<p>Penutup : Harapan bagi Gerakan Mahasiswa<br />
Bagaimanpun kondisinya, sebuah gerakan mahasiswa haruslah tetap bertahan untuk mengayuh di tengah kesengsaraan umum (meminjam judul makalah Said Tuhuleley). Mahasiswa sebagai insan yang (semestinya) well-educated sekaligus well-informed, sudah menjadi modal sosial yang cukup sekurang-kurangnya untuk menganjurkan memberi makan orang miskin dalam model kekinian. Tugas gerakan mahasiswa selanjutnya adalah memberikan kesadaran akan realita, untuk menumbuhkan “kegelisahan-kegelisahan” pada jiwa-jiwa para makhluk entelek itu. Setelah itu muncul, selanjutnya tinggal mengorganisir, mengatur strategi, dan seterusnya.<br />
Semoga sumbangan pemikiran yang tidak terlalu ‘wah’ ini dapat bermanfaat.<br />
–Hanya Allah Yang Mengetahui secara Pasti –</p>
<p>*Penulis adalah staff divisi Media dan Advokasi Kauman Institute for civil society, mantan Ketua Bidang Keilmuan PK IMM UGM 2008-2009.</p>
<p>Daftar Inspirasi<br />
Adnan. 2005. Strategi Advokasi. http://penghunilangit.blogspot.com/2005/08/strategi-advokasi.html, 9 Februari 2010.<br />
Chirzin, Habib. Pemberdayaan Masyarakat : Tajdid Sosial Muhammadiyah di Tengah Globalisasi. Makalah disampaikan dalam Seminar dan Lokakarya Nasional Pra-Muktamar Satu Abad Muhammadiyah. Universitas Ahmad Dahlan, 6 Februari 2010.<br />
Markus, Sudibyo et al. 2009. Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya: Sumbangan Pemikiran. Malang : Civil Islamic Institute.<br />
Sasono, Adi. Menegakkan Kedaulatan Rakyat dalam Era Kompetisi Global. Makalah disampaikan dalam Seminar dan Lokakarya Nasional Pra-Muktamar Satu Abad Muhammadiyah. Universitas Ahmad Dahlan, 6 Februari 2010.<br />
Sugiartoto, Agus Dody. Dasar-Dasar Advokasi. Presentasi disampaikan dalam Pembelajaran Kritis Kader Aktivis Gerakan.<br />
Suharto, Edi. Filosofi dan Peran Advokasi dalam Mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat. Makalah disampaikan dalam pelatihan Peran Pesantren Darut Tauhid dalam Menangani Kemiskinan di Bandung. Darut Tauhid Bandung, 17 Januari 2006.<br />
Tuhuleley, Said. Mengayuh di Tengah Kesengsaraan Umum. Makalah disampaikan dalam Seminar dan Lokakarya Nasional Pra-Muktamar Satu Abad Muhammadiyah. Universitas Ahmad Dahlan, 6 Februari 2010.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://immugm.web.id/2010/04/04/al-maun-dan-gerakan-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Ayo Tunjukkan Idemu !”</title>
		<link>http://immugm.web.id/2010/02/11/%e2%80%9cayo-tunjukkan-idemu-%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://immugm.web.id/2010/02/11/%e2%80%9cayo-tunjukkan-idemu-%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 01:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IMM UGM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[IMM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://immugm.web.id/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[
 
“Ayo Tunjukkan Idemu !”
 

Bidang Keilmuan IMM UGM membuat terobosan tahun ini dengan mengajak seluruh Immawan dan Immawati menuangkan idenya dalam bentuk tulisan. Karya ini akan dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku. Tertarik? Segera kirim tulisanmu ke : imm.ugm.jogja@gmail.com ; paling lambat 1 MARET 2010.








KETENTUAN PENULISAN
Tema:
“ Radikalisme Agama menafsirkan pemahaman Keagamaan Kontemporer “. 
Naskah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; margin-left: 0.56cm; margin-bottom: 0cm; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;"> <img class="alignleft size-full wp-image-170" title="pen" src="http://immugm.web.id/wp-content/uploads/2010/02/pen.jpeg" alt="pen" width="150" height="100" /></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="CENTER"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: large;">Ayo Tunjukkan Idemu !”</span></span></p>
<p style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; margin-left: 0.56cm; margin-bottom: 0cm; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; margin-left: 0.56cm; margin-bottom: 0cm; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;">
<p style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; margin-left: 0.56cm; margin-bottom: 0cm; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Bidang Keilmuan IMM UGM membuat terobosan tahun ini dengan mengajak seluruh Immawan dan </span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Immawati menuangkan idenya dalam bentuk tulisan. Karya ini akan dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku. </span></span><span style="color: #000000;">Tertarik? Segera kirim tulisanmu ke : </span><span style="color: #ff0000;"><span style="font-size: medium;">imm.ugm.jogja@gmail.com</span></span><span style="color: #000000;"> ; paling lambat</span><span style="color: #ff0000;"> </span><span style="color: #ff0000;"><span style="font-size: medium;">1 MARET 2010</span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: medium;">.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>KETENTUAN PENULISAN</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Tema:</span></span></p>
<p style="margin-left: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;">“ </span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Radikalisme Agama menafsirkan pemahaman Keagamaan Kontemporer “. </span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Naskah : </span></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Spasi 	: 1,5. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Margin 	: 43. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Tidak 	ada plagiat.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Gaya 	penulisan ilmiah populer.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Endnotes.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Font 	Bookman old style ukuran 11.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: small;">Isi 	naskah terdiri 6000 atau min 10 halaman.</span></span></p>
</li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>CATATAN</strong></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Karena keterbatasan jumlah karya yang bisa dipublikasikan, buku ini hanya memuat 10 tulisan dengan komposisi 5 Immawan dan 5 Immawati.. Jadi, segera kirim tulisanmu!!</span></p>
<p><span style="color: #000000;">CP : Ozy 085649304339</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;">
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://immugm.web.id/2010/02/11/%e2%80%9cayo-tunjukkan-idemu-%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang Anggota Baru IMM UGM</title>
		<link>http://immugm.web.id/2009/12/30/selamat-datang-anggota-baru-imm-ugm/</link>
		<comments>http://immugm.web.id/2009/12/30/selamat-datang-anggota-baru-imm-ugm/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 11:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IMM UGM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[DAD]]></category>
		<category><![CDATA[IMM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[KH Ahmad Dahlan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://immugm.web.id/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Selamat dan Sukses kepada anggota baru IMM UGM yang telah melalui Perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD) 21-22 November 2009 di Sariharjo, Rejodani, Sleman.
Imam Afif (Administrasi Negara)
Andika Tris Susanto (Teknik Nuklir)
Astri Nur Fauziah (Kedokteran Hewan)
Ayu Sartika Hiasyah (Ilmu Komunikasi)
Efrinda Ari Ayuningtyas (Geografi Lingkungan)
Zulfiyah Deva Istiyani (Kedokteran Hewan)
Fauzan Ramadlon (Teknologi Pertanian)
Hening Kartika Nudya (Ilmu Pemerintahan)
Eko Heri Prabowo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat dan Sukses kepada anggota baru IMM UGM yang telah melalui Perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD) 21-22 November 2009 di Sariharjo, Rejodani, Sleman.</p>
<blockquote><p>Imam Afif (Administrasi Negara)</p>
<p>Andika Tris Susanto (Teknik Nuklir)</p>
<p>Astri Nur Fauziah (Kedokteran Hewan)</p>
<p>Ayu Sartika Hiasyah (Ilmu Komunikasi)</p>
<p>Efrinda Ari Ayuningtyas (Geografi Lingkungan)</p>
<p>Zulfiyah Deva Istiyani (Kedokteran Hewan)</p>
<p>Fauzan Ramadlon (Teknologi Pertanian)</p>
<p>Hening Kartika Nudya (Ilmu Pemerintahan)</p>
<p>Eko Heri Prabowo (Ilmu Pemerintahan)</p>
<p>Dian Ajeng Pangestu (Antropologi Budaya)</p>
<p>Angga Budiarto (Gizi Kesehatan)</p>
<p>Praftiwi Umitri (Teknik Fisika)</p>
<p>Muhammad Amirrudin (Sosiologi)</p>
<p>Fauzia Nur Laili (Farmasi)</p></blockquote>
<p><em>“Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah hendaklah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan (dan teknologi) di mana dank e mana saja. Menjadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan (propesional) lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu.”</em> (KH. Ahmad Dahlan)</p>
<p>Teruskan perjuangan ikatan! Fastabiqul Khoirot!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://immugm.web.id/2009/12/30/selamat-datang-anggota-baru-imm-ugm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Neoliberalisme: Musuh Bersama Gerakan Mahasiswa</title>
		<link>http://immugm.web.id/2009/12/11/neoliberalisme-musuh-bersama-gerakan-mahasiswa/</link>
		<comments>http://immugm.web.id/2009/12/11/neoliberalisme-musuh-bersama-gerakan-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 02:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IMM UGM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[IMM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Musuh]]></category>
		<category><![CDATA[Neoliberalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://immugm.web.id/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Wacana neoliberalisme (biasa disingkat dengan neolib) sering mencuat belakangan ini. Apalagi di tengah kontestasi pilpres kemarin, isu ini kerap kali dianggap sebagai black campaign untuk memojokkan calon tertentu. Sampai-sampai, ada calon yang pada tahap awal kampanye-nya hanya memfokuskan diri untuk menanggapi tuduhan tersebut (baca: politik pencitraan).
Istilah Neolib mengutip dari Fuad Bawazier justru seringkali tidak dikenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span style="background-color: #ffffff;"><img class="aligncenter size-full wp-image-124" title="neo_liberalism" src="http://immugm.web.id/wp-content/uploads/2009/12/neo_liberalism.jpg" alt="neo_liberalism" width="502" height="357" />Wacana neoliberalisme (biasa disingkat dengan neolib) sering mencuat belakangan ini. Apalagi di tengah kontestasi pilpres kemarin, isu ini kerap kali dianggap sebagai <em>black campaign</em> untuk memojokkan calon tertentu. Sampai-sampai, ada calon yang pada tahap awal kampanye-nya hanya memfokuskan diri untuk menanggapi tuduhan tersebut (baca: politik pencitraan).</span></p>
<p>Istilah Neolib mengutip dari Fuad Bawazier justru seringkali tidak dikenal oleh para ekonom (termasuk di dalamnya mahasiswa ekonomi). Memang istilah ini secara khusus diajarkan di Fakultas Sosial dan Politik. Namun, sangat tidak masuk akal ketika para ekonom pun tidak tahu menahu. Tidak jelas apa yang menjadi penyebabnya. Namun, istilah ini tidaklah baru sama sekali, karena beberapa tokoh dunia seperti Joseph Stiglitz (2002), Herbert Giersch (1961) dan bahkan M. Hatta (1959) pernah menuliskannya.<span id="more-121"></span></p>
<p>Merunut pada sejarah neolib di Indonesia, yang paling begitu kentara adalah jalan keluar yang diambil pada waktu krisis 1997. Karena pada waktu itu, upaya pemulihan yang dilakukan tidak lain adalah adopsi terhadap agenda neolib, yang terkenal dengan istilah <em>Washington Consensus</em> (Rizky dan Majdi, 2008:22). Belakangan, memang ada sedikit perubahan dalam konsensus tersebut, namun secara garis besar perubahan tersebut tidak substantif.</p>
<p>Sebagaimana yang terjadi di luar negeri, neolib bisa jadi merupakan tahapan mutakhir dari kapitalisme itu sendiri. Argumen ini bisa dibuktikan bila kita merunut gagasan kapitalisme periode awal (seperti masalah hak milik individu, kebebasan kompetisi antar individu dan mekanisme pasar). Dalam kasus kapitalisme ini, bangsa Indonesia pernah dijajah  (kolonialisme) selama ratusan tahun oleh antek-antek kapitalisme, yang bahkan sampai saat ini pun belum berakhir sepenuhnya.<a href="file:///D:/IMM%20-%20Be%20A%20Future%20Leader/Seminar%20Nasional%202010/TOR%20Neolib%20dan%20Korupsi.doc#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Maka dari itu, upaya pemulihan berbasis propaganda neolib (yang digawangi oleh IMF dan Bank Dunia) pada tahun 1997 mau tidak mau harus diambil Indonesia. Saat itu, penyebab krisis yang disebutkan antara lain: KKN akut, peran negara yang terlalu besar dalam perekonomian dan adanya kesalahan strategi pembangunan. Ujung-ujungnya, rekomendasi yang muncul justru disesuaikan dengan kebutuhan mekanisme kapitalisme internasional. Alih-alih menyebutkan bahwa penyebab krisis 1997 adalah terlalu bergantungnya Indonesia pada sistem ekonomi dunia, justru yang muncul adalah kurang kapitalisnya sistem perekonomian Indonesia.<a href="file:///D:/IMM%20-%20Be%20A%20Future%20Leader/Seminar%20Nasional%202010/TOR%20Neolib%20dan%20Korupsi.doc#_ftn2">[2]</a> Sehingga, solusinya adalah membuka pasar seluas mungkin (<em>market oriented</em>). Serta membuka diri pada pihak asing dalam semua lini perekonomian, tidak hanya pada arus ekspor-impor melainkan juga pada arus keluar-masuk modal.</p>
<p>Untuk membuktikan betapa berbahayanya propaganda neolib, ada baiknya juga untuk memaparkan butir-butir <em>Washington Consensus</em> yang disepakati lebih dari dua dekade lalu oleh Presiden AS Ronald Reagan dan Perdana Menteri Inggris Margaret Thacher, yaitu:</p>
<p>1. Pasar Bebas (Free Market).</p>
<p>2. Privatisasi (Penjualan BUMN)</p>
<p>3. Deregulasi (menghilangkan aturan yang membatasi perusahaan. Misalnya aturan perusahaan asing dilarang mendirikan pom bensin di Indonesia)</p>
<p>4. Liberalisasi (membuka pasar dengan menghilangkan penghalang/pajak yang membatasi ekspor/impor)</p>
<p>5. Pengurangan peran pemerintah</p>
<p>6. Pengurangan pajak bagi menengah ke atas</p>
<p>7. Memotong Pelayanan Publik (seperti menyerahkan Perusahaan Air Minum ke swasta, Privatisasi Pendidikan, Rumah Sakit, dan sebagainya)</p>
<p>8. Pengurangan Subsidi Barang seperti BBM, Air, Listrik</p>
<p>Untuk membuktikan telah berlakunya poin-poin tersebut sebenarnya amat mudah sekali.J Justru di era pasca reformasi, pemberlakukan konsensus ini semakin digalakkan. Privatisasi BUMN ke tangan asing (Indosat, Telkomsel, dsb), biaya kesehatan dan pendidikan yang makin melambung, kenaikan (baca: penyesuaian) harga BBM menjadi pemandangan yang berulang kali terjadi, dan masih banyak lagi. Maka, dengan melihat berbagai kenyataan yang terjadi di masyarakat. Masihkah kita berpikir kita tidak sedang dijajah oleh neolib?</p>
<p align="center">
<p align="center">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Di masa mendatang, ada satu agenda neolib yang belum terlaksana. Menurut Revrisond Baswir (Dosen FE UGM), salah satunya adalah amandemen (lebih tepatnya membuang) pasal 33 UUD ’45. Pasal itu memang menjadi basis konstitusional ekonomi kerakyatan kita. Logikanya, bila tanpa mengamandemen UUD saja neolib dapat bebas berkeliaran. Apalagi bila konstitusi itu hilang?</p>
<p>Pertanyaan terakhir, akankah sebagai gerakan mahasiswa kita tinggal diam saja? Atau justru, hanya cukup berdoa agar negara ini tidak segera dimuseumkan?<br />
<em>Bahan Diskusi Keilmuan. Selasa, 8 Desember 2009.</em></p>
<hr size="1" /><a href="file:///D:/IMM%20-%20Be%20A%20Future%20Leader/Seminar%20Nasional%202010/TOR%20Neolib%20dan%20Korupsi.doc#_ftnref1">[1]</a> Rizky, Awalil dan Nasyith Majdi. 2008. <em>Neoliberalisme Mencengkeram Dunia</em>. Jakarta: E Publishing. Hlmn 22.</p>
<p><a href="file:///D:/IMM%20-%20Be%20A%20Future%20Leader/Seminar%20Nasional%202010/TOR%20Neolib%20dan%20Korupsi.doc#_ftnref2">[2]</a> <em>Ibid</em>. Hlmn 23</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://immugm.web.id/2009/12/11/neoliberalisme-musuh-bersama-gerakan-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kami Mendukung Cicak!!</title>
		<link>http://immugm.web.id/2009/11/09/kami-mendukung-cicak/</link>
		<comments>http://immugm.web.id/2009/11/09/kami-mendukung-cicak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 14:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IMM UGM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[IMM UGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://immugm.web.id/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
KPK = sekelumit kiprah luar biasa bagi penyelamatan bangsa! So, Dukung KPK!
 
(Angga, Gizi Kesehatan)
Becik Ketitik, Olo Bakal Kethoro&#8230;
(Ari Hendra, Arkeologi)
Bukan karena cicak atau buaya. Tapi, karena kita mempertahankan negara yang sama.
(Yuar Dwi, Psikologi)
Gak ada KPK = Rakyat Sengsara.
(Auriza, Elins)
Masalah ini adalah masalah yang kompleks, Ia tidak berdiri sendiri. Besar kemungkinan masih ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div style="text-align: auto;"><strong>KPK = sekelumit kiprah luar biasa bagi penyelamatan bangsa! So, Dukung KPK!</strong></div>
<p><strong> </strong></p>
<p>(Angga, Gizi Kesehatan)</p>
<p><strong>Becik Ketitik, Olo Bakal Kethoro&#8230;</strong></p>
<p>(Ari Hendra, Arkeologi)</p>
<p><strong>Bukan karena cicak atau buaya. Tapi, karena kita mempertahankan negara yang sama.</strong></p>
<p>(Yuar Dwi, Psikologi)</p>
<p><strong>Gak ada KPK = Rakyat Sengsara.</strong></p>
<p>(Auriza, Elins)<span id="more-99"></span></p>
<p><strong>Masalah ini adalah masalah yang kompleks, Ia tidak berdiri sendiri. Besar kemungkinan masih ada banyak hal yang tersembunyi. Semakin sulit rasanya berkhusnudzon pada para penegak hukum kita, bahkan pada media sebagai tempat kita mencari informasi. Terlepas dari itu, korupsi harus terus diperangi,  mafia peradilan harus diberantas.</strong></p>
<p>(Inamul Haqqi, Elins)</p>
<p><strong>Untuk KPK, Manusia di antara Binatang-binatang.</strong></p>
<p>(AM. Arrozy, Sejarah)</p>
<p><strong>KPK Never Ending by BUAYA&#8230;.! Allahu Akbar!! </strong></p>
<p>(Slamet, Gizi Kesehatan)</p>
<p><strong>KPK, You&#8217;ll Never Walk Alone!</strong></p>
<p>(Zulfi Ifani, Ilmu Komunikasi)</p>
<p><strong>INDEPENDENSI KPK : HARGA MATI!! HEI KORUPTOR, SEKARANG GILIRANMU MASUK BUI!! IBU PERTIWI MENANGIS MELIHAT ULAH BUSUK MU!! </strong></p>
<p>(Ghifari Yuristiadi, Sejarah)</p>
<p><strong>KPK Hancur, Koruptor Makmur.</strong></p>
<p>(W.B.Santoso, Teknik Nuklir)</p>
<p><strong>Tumpas Koruptor dengan dukung KPK!</strong></p>
<p>(Eko, Ilmu Pemerintahan)</p>
<p><strong>KPK di dadaku, KPK kebanggaanku.</strong></p>
<p>(Miftah &amp; Bustan, F. MIPA)</p>
<p><strong>We believe in you,KPK!! Cecunguk-cecunguk yang telah memperalat perangkat hukum </strong></p>
<p><strong>dan berusaha lari dr jeratan pengadilan sudah seharusnya TEWAS!!</strong></p>
<p><strong>SUPREMACY &#8216;ll NEVER DIE! So, KPK STRAIGHTS ON ALIVE for Indonesia.</strong></p>
<p>(Izza Alfa, Ilmu Ekonomi)</p>
<p><strong>KPK = HARGA MATI. IMM MENDUKUNGMU. </strong></p>
<p>(Fathul Ulum, Hukum)</p>
<p><strong>Dukung Perjuangan KPK Menuju Pemerintahan Indonesia yang Bersih.</strong></p>
<p>(Dimi Sustia, Ilmu Pemerintahan)</p>
<p><strong>Kebenaran itu surga sang pemenang, Neraka sang pecundang&#8230;.hidup KPK!!</strong></p>
<p>(Hermawan, Teknik Fisika)</p>
<p><strong>Save Our KPK! </strong></p>
<p>(Pangky, Administrasi Negara)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://immugm.web.id/2009/11/09/kami-mendukung-cicak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IMM UGM Berbagi Optimisme di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://immugm.web.id/2009/09/18/imm-ugm-berbagi-optimisme-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://immugm.web.id/2009/09/18/imm-ugm-berbagi-optimisme-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 09:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IMM UGM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[IMM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[RBI 1430 H]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://immugm.web.id/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai aktualisasi kompetensi humanitas, didorong semangat berbagi di bulan Ramadhan, PK IMM UGM melalui panitia Ramadhan Bersama IMM UGM menggelar Bakti Sosial Ramadhan ke Panti Asuhan Ar-Rahmah, Srandakan, Bantul. Acara yang diselenggarakan pada hari Ahad, 13 September 2009 itu selain memberikan bantuan materi berupa sembako, panitia juga membawa seorang motivator. Hal ini diharapkan agar para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebagai aktualisasi kompetensi humanitas, didorong semangat berbagi di bulan Ramadhan, PK IMM UGM melalui panitia Ramadhan Bersama IMM UGM menggelar Bakti Sosial Ramadhan ke Panti Asuhan Ar-Rahmah, Srandakan, Bantul. Acara yang diselenggarakan pada hari Ahad, 13 September 2009 itu selain memberikan bantuan materi berupa sembako, panitia juga membawa seorang motivator. Hal ini diharapkan agar para santriwan dan santriwati panti asuhan tetap memiliki optimisme untuk maju.<br />
Dengan mengangkat tema Menjadi Remaja Sukses, Imam Muslimin sebagai motivator meyakinkan bahwa semua mempunyai potensi untuk sukses. &#8220;Kita semua punya potensi untuk menjadi remaja sukses. Maka dari itu, kita harus mengenali potensi yang kita punya. Potensi tersebut harus dimaksimal kan untuk meraih keberhasilan, pada bidang yang kita sukai.&#8221;, demikian pesannya saat sesi materi.<br />
Sore hari, santriwan santriwati panti asuhan yang sekaligus pondok pesantren tersebut diajak bermain outbound. Permainan-permainan yang dibawakan diharapkan mampu membawa makna kerja sama, kebersamaan, kepemimpinan, dan soft skill lainnya. Panitia dan para santri pun larut berbaur dalam keceriaan. Sebagai acara penutup adalah buka bersama panitia, pengurus panti, dan para santri yang diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://immugm.web.id/2009/09/18/imm-ugm-berbagi-optimisme-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mabit IMM UGM, Harus Senantiasa Meningkatkan Kompetensi Dasar Kader</title>
		<link>http://immugm.web.id/2009/09/15/mabit-imm-ugm-harus-senantiasa-meningkatkan-kompetensi-dasar-kader/</link>
		<comments>http://immugm.web.id/2009/09/15/mabit-imm-ugm-harus-senantiasa-meningkatkan-kompetensi-dasar-kader/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 05:08:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IMM UGM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[IMM UGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://immugm.web.id/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[
Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Gadjah Mada (IMM UGM) yang dilaksanakan pada tanggal 11-12 September 2009 lalu, diikuti oleh pimpinan hingga simpatisan IMM UGM. Bertempat di Gedung Muhammadiyah DIY jalan Gedong Kuning Yogyakarta, dengan menghadirkan pembicara dr. Agus Taufiqurrahman. Dokter, dosen, sekaligus Sekretaris PWM DIY tersebut mengingatkan pada para peserta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://immugm.web.id/wp-content/uploads/2009/09/100_5745.jpg" alt="" width="250" /></p>
<p style="text-align: justify;">Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Gadjah Mada (IMM UGM) yang dilaksanakan pada tanggal 11-12 September 2009 lalu, diikuti oleh pimpinan hingga simpatisan IMM UGM. Bertempat di Gedung Muhammadiyah DIY jalan Gedong Kuning Yogyakarta, dengan menghadirkan pembicara dr. Agus Taufiqurrahman. Dokter, dosen, sekaligus Sekretaris PWM DIY tersebut mengingatkan pada para peserta untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dasar kader.<span id="more-64"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal religiusitas, ada tiga hal yang harus senantiasa ditingkatkan, yaitu ma’rifat Allah, ma’rifat Rasul, dan ma’rifat ad-dien. Selain itu, beliau menambahkan perlunya penguasaan Bahasa Arab, sebagai salah satu alat untuk mengkaji Islam, dan hafalan Al Qur’an serta As Sunnah. Sedangkan sebagai kompetensi intelektualitas, penguasaan Bahasa Inggris dan pengetahuan umum kader IMM semestinya sudah mumpuni. Dan tentu saja kemampuan tersebut harus mampu melahirkan kepekaan sosial sebagai komptensi humanitas. “Berani tidak IMM UGM membuat syarat Pimpinan harus hafal 8 juz Al Qur’an, mampu berbahasa Arab, dan TOEFL minimal 600?”, tantang dokter yang juga menjadi dosen Agama Islam tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara Mabit kali ini masuk dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Bersama IMM UGM (RBI) 1430. Menurut koordinator acara, Miftahurrahma Rosyida, Mabit memang dititikberatkan pada pembinaan religiusitas, selain untuk meningkatkan ukhuwah antar peserta. Acara dimulai dengan buka bersama, kemudian selain materi dari pembicara juga ada diskusi terkait materi tersebut, dan juga tadarus dan mengkaji Al-Qur’an. <strong>(HQ)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://immugm.web.id/2009/09/15/mabit-imm-ugm-harus-senantiasa-meningkatkan-kompetensi-dasar-kader/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Bersama Keluarga Besar Muhammadiyah UGM</title>
		<link>http://immugm.web.id/2009/09/10/buka-bersama-keluarga-besar-muhammadiyah-ugm/</link>
		<comments>http://immugm.web.id/2009/09/10/buka-bersama-keluarga-besar-muhammadiyah-ugm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 09:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IMM UGM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[IMM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[RBI 1430 H]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahim]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://immugm.web.id/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[  
[singlepic id=27 w=250 h= float=left]“Saya tidak dilahirkan dari keluarga Muhammadiyah, saya mengenal Muhammadiyah baru saat mahasiswa, setelah bergabung dengan IMM. Bagi saya IMM adalah sebuah pilihan rasional.”, ungkap Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. dalam Buka Bersama Keluarga Besar Muhammadiyah UGM pada hari Senin 7 September 2009 lalu. Acara yang diselenggarakan oleh PK IMM [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]> <mce:style><!<br />
/* Style Definitions */<br />
table.MsoNormalTable<br />
{mso-style-name:"Table Normal";<br />
mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
mso-tstyle-colband-size:0;<br />
mso-style-noshow:yes;<br />
mso-style-parent:"";<br />
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;<br />
mso-para-margin:0in;<br />
mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
mso-pagination:widow-orphan;<br />
font-size:10.0pt;<br />
font-family:"Times New Roman";<br />
mso-ansi-language:#0400;<br />
mso-fareast-language:#0400;<br />
mso-bidi-language:#0400;}<br />
--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">[singlepic id=27 w=250 h= float=left]“Saya tidak dilahirkan dari keluarga Muhammadiyah, saya mengenal Muhammadiyah baru saat mahasiswa, setelah bergabung dengan IMM. Bagi saya IMM adalah sebuah pilihan rasional.”, ungkap Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. dalam Buka Bersama Keluarga Besar Muhammadiyah UGM pada hari Senin 7 September 2009 lalu. Acara yang diselenggarakan oleh PK IMM UGM tersebut mengundang mahasiswa, karyawan, hingga dosen aktivis dan simpatisan Muhammadiyah sekaligus ortom-ortomya di lingkungan UGM.</p>
<p><span id="more-53"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Menurut Ghifari Yuristiadhi, koordinator acara yang berlangsung di Wisma Kagama UGM tersebut, PK IMM UGM sengaja menyelenggarakan acara yang mempertemukan keluarga besar Muhammadiyah se-UGM mengingat selama ini terkesan tidak ada jalinan silaturahmi antara IMM UGM sebagai penjaga gawang Muhammadiyah di ranah kampus UGM dengan dosen-dosen yang berafiliasi Muhammadiyah, termasuk dengan mahasiswa-mahasiswi yang berafiliasi ke ortom Muhammadiyah selain IMM.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua Umum PK IMM UGM, Zulfi Ifani, mengharapkan follow up dari acara ini adalah terbentuknya Forum Dosen Muhamadiyah di UGM dan Forum Komunikasi Alumni IMM UGM. <strong>(HQ)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://immugm.web.id/2009/09/10/buka-bersama-keluarga-besar-muhammadiyah-ugm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fahmi : &#8220;Ada PR besar untuk kader muda Muhammadiyah&#8221;</title>
		<link>http://immugm.web.id/2009/09/09/fahmi-ada-pr-besar-untuk-kader-muda-muhammadiyah/</link>
		<comments>http://immugm.web.id/2009/09/09/fahmi-ada-pr-besar-untuk-kader-muda-muhammadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 02:33:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IMM UGM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[IMM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[RBI 1430 H]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://immugm.web.id/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[[singlepic id=3 w=250 h= float=left]Secara kuantitas, amal usaha Muhammadiyah (AUM) tak perlu diragukan lagi. Bahkan Muhammadiyah dapat dikatakan sebagai organisasi Islam terbesar di dunia dalam kepemilikan lembaga pendidikan dan kesehatan. Namun, seringkali kita lalai dengan misi awal KH Ahmad Dahlan bersama Muhammadiyahnya dahulu. Beliau mendirikan sekolah, PKO, adalah untuk mensejahterakan masyarakat secara luas sebagai sarana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">[singlepic id=3 w=250 h= float=left]Secara kuantitas, amal usaha Muhammadiyah (AUM) tak perlu diragukan lagi. Bahkan Muhammadiyah dapat dikatakan sebagai organisasi Islam terbesar di dunia dalam kepemilikan lembaga pendidikan dan kesehatan. Namun, seringkali kita lalai dengan misi awal KH Ahmad Dahlan bersama Muhammadiyahnya dahulu. Beliau mendirikan sekolah, PKO, adalah untuk mensejahterakan masyarakat secara luas sebagai sarana <em>dakwah bil hal</em>. Sekarang, justru AUM seolah menjauhkan diri dari rakyat kecil, dengan biayanya yang tergolong mahal.</p>
<p><span id="more-35"></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">Ada dua tantangan bagi pengelolaan AUM ke depan. Pertama, bagaimana agar dalam era serba mahal ini AUM mampu menjaga kualitasnya tetapi tetap dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Kedua, bagaimana mengembalikan semangat amal dan usaha, yaitu keikhlasan beramal dan profesionalitas berusaha. “Itulah PR bagi kader muda Muhammadiyah, apalagi mahasiswa Muhammadiyah yang tergabung dalam IMM, apalagi IMM UGM, salah satu kampus nomor 1 di Indonesia.”, demikian pesan dari Fahmi Prihantoro, S.S, M.Hum., dosen FIB UGM, dalam acara Open House IMM UGM.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">Acara tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, 5 September 2009 bertempat di Aula PP Muhammadiyah jalan Cik Ditiro Yogyakarta. Acara yang termasuk dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Bersama IMM UGM (RBI) 1430 H tersebut dimaksudkan untuk menyambut mahasiswa baru UGM dengan memperkenalkan IMM UGM, sebagai salah satu organisasi mahasiswa ekstra kampus di UGM.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">“Kalau ada IMM, mengapa masih mencari rumah lain?”, demikian disampaikan Ketua Umum PK IMM UGM, Zulfi Ifani, sebagai penutup dari presentasinya. Acara kemudian diakhiri dengan buka bersama. <strong>(HQ)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://immugm.web.id/2009/09/09/fahmi-ada-pr-besar-untuk-kader-muda-muhammadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
