Sebagai aktualisasi kompetensi humanitas, didorong semangat berbagi di bulan Ramadhan, PK IMM UGM melalui panitia Ramadhan Bersama IMM UGM menggelar Bakti Sosial Ramadhan ke Panti Asuhan Ar-Rahmah, Srandakan, Bantul. Acara yang diselenggarakan pada hari Ahad, 13 September 2009 itu selain memberikan bantuan materi berupa sembako, panitia juga membawa seorang motivator. Hal ini diharapkan agar para santriwan dan santriwati panti asuhan tetap memiliki optimisme untuk maju.
Dengan mengangkat tema Menjadi Remaja Sukses, Imam Muslimin sebagai motivator meyakinkan bahwa semua mempunyai potensi untuk sukses. “Kita semua punya potensi untuk menjadi remaja sukses. Maka dari itu, kita harus mengenali potensi yang kita punya. Potensi tersebut harus dimaksimal kan untuk meraih keberhasilan, pada bidang yang kita sukai.”, demikian pesannya saat sesi materi.
Sore hari, santriwan santriwati panti asuhan yang sekaligus pondok pesantren tersebut diajak bermain outbound. Permainan-permainan yang dibawakan diharapkan mampu membawa makna kerja sama, kebersamaan, kepemimpinan, dan soft skill lainnya. Panitia dan para santri pun larut berbaur dalam keceriaan. Sebagai acara penutup adalah buka bersama panitia, pengurus panti, dan para santri yang diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis.
Tag-Archive for » Silaturahim «
[singlepic id=27 w=250 h= float=left]“Saya tidak dilahirkan dari keluarga Muhammadiyah, saya mengenal Muhammadiyah baru saat mahasiswa, setelah bergabung dengan IMM. Bagi saya IMM adalah sebuah pilihan rasional.”, ungkap Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. dalam Buka Bersama Keluarga Besar Muhammadiyah UGM pada hari Senin 7 September 2009 lalu. Acara yang diselenggarakan oleh PK IMM UGM tersebut mengundang mahasiswa, karyawan, hingga dosen aktivis dan simpatisan Muhammadiyah sekaligus ortom-ortomya di lingkungan UGM.
[singlepic id=3 w=250 h= float=left]Secara kuantitas, amal usaha Muhammadiyah (AUM) tak perlu diragukan lagi. Bahkan Muhammadiyah dapat dikatakan sebagai organisasi Islam terbesar di dunia dalam kepemilikan lembaga pendidikan dan kesehatan. Namun, seringkali kita lalai dengan misi awal KH Ahmad Dahlan bersama Muhammadiyahnya dahulu. Beliau mendirikan sekolah, PKO, adalah untuk mensejahterakan masyarakat secara luas sebagai sarana dakwah bil hal. Sekarang, justru AUM seolah menjauhkan diri dari rakyat kecil, dengan biayanya yang tergolong mahal.
